Pages

23 Maret 2011

Hidup itu pilihan, dan inilah pilihan saya

3 Comments

Kalian pernah pacaran? Iyap, pacaran.. Hm sudah pasti bisa ditebaklah, hampir seperkian persen bakal mengatakan "sudah". Kalo dibuat perbandingan, bakal tertulis seperti ini: 4:5. Ya kan, ya kan? Hayo pada ngaku semua deeeeh..

Pacaran di jaman sekarang, seperti sudah menjadi kewajiban di kalangan anak muda. Seperti sudah menjadi trend yang berada di top trend paling atas sendiri. Kalau engga ikut-ikutan, bisa jadi bahan ejek-ejekan. Contohnya seperti saya dulu waktu SMP. Saya mendapat julukan “anak cupu” karena sama sekali nggak pernah kelihatan dekat dengan cowok.

Ya ya ya, mungkin kebanyakan orang pacaran itu wajib, kudu yang harus dilewati di waktu muda. Yang katanya sih, kalau enggak pernah pacaran waktu mudanya, biasa-bisa waktu tua bisa salah pilih pasangan. Bakalan kawin-cerai-kawin-cerai kayak musimnya artis-artis gitu deh.

Tetapi beda dengan saya, pacaran itu bukan merupakan hal wajib yang dilewati waktu muda. Kebanyakan teman-teman saya sudah memiliki mantan sampai sepuluh, bahkan mungkin ada yang lebih dari itu. Saya sendiri juga heran, kok bisa ya, habis putus langsung bisa nyari incaran lain? Apa enggak sakit itu hatinya? Kalau pertanyaan itu diajukan sama saya, saya pasti bakal mengatakan IYA, karena saya bukan tipe orang yang bisa gampang suka atau jatuh cinta. Jadi hehehe, saya gak bakalan meniru prinsip mereka yang kebanyakan lebih ‘suka’ mengoleksi mantan pacar. Ah.. bukan gue gicuuu.

Saya konsisten dengan omongan saya itu. Terbukti dengan saya yang baru pacaran tiga kali (dan yang sedang jalan sekarang yang ketiga. Semoga sampai yang terakhir. Amin). Oh iya, pada tanya ya, kenapa saya tidak meniru prinsip teman-teman saya? Begini, saya punya alasan tersendiri. Yang pertama, banyak mantan sama saja banyak musuh. Ini sudah terbukti sama teman saya sendiri sebagai korban (alhamdulillah mantan-mantan saya baik semua). Yap korban cinta haha. Terus yang kedua, saya tidak suka pacaran cuma dibuat main-main. Suka, kenalan, jadian, bosan, terus putus. Aduh.. please ya, perasaan kok dibuat main-main. Seperti bola bekel aja yang bisa dipantul-pantulin terus diorder ke pemain selanjutnya. Jadi, saya pacaran ya serius. Iya serius, sesuai hati dan sesuai norma-norma keundangan pacaran yang baik (hehehe emang ada ya?). Tapi yang namanya manusia, pastilah pernah khilaf. Ada pula kesalahan yang seriung terjadi diantara saya dan mantan-mantan saya dulu sehingga pada akhirnya putus. Namanya juga beda manusia dan beda konsep, semuanya gak ada yang sama. Dan pada akhirnya, kita tidak bisa meneruskan.. #tragis.

Cerita tentang pacaran saya yang sekarang.. (bijim, ketawa dulu boleh ya? Hahaha). Pacaran kita seperti bukan orang pacaran biasanya. Saya dengan pacar saya sekarang, namanya Chandra, boleh dibilang pacaran yang aneh. Mengapa dibilang seperti itu? Tiap kali ketemu di kampus, enggak pernah nyapa. Istilahnya seperti saling gak kenal. Kalau istilah anak muda, ‘Elo siapa?’. Aduh, padahal sudah jalan tiga bulan lebih. Yang lebih parah lagi, gedung kita bersebelahan. Tapi parahnya, kalau waktu istirahat enggak pernah ketemu. Jadi kita gak pernah itu istilahnya makan di kantin bareng. Sampai-sampai teman sekelasnya pada nggak tahu kalau dia punya pacar, yaitu saya. Parah kan??

Keluar malam minggu? Jarang banget! Kalau pun keluar, pasti karena kebetulan masing-masing nganggur. Seringnya juga main-main ke Matos, jalan-jalan, beli es krim. Oh ya, saya ceritakan juga cerita khas plus lucu kita kalau lagi keluar bareng. Biasanya kan kalau orang pacaran, si cowok pasti bawa sepeda motor buat jemput si ceweknya ya.. Ini beda nih, kalau boleh sombong, pacaran kita itu antik! Hahaha. Kemana-mana kalau kita keluar bareng, kendaraan yang menemani kita bukan motor atau mobil, tapi kaki dan angkot. Kalau lagi ada duit lebih, baru naik angkot. Tapi seringnya gak ada duit lebih, jadi deh kemana-mana naik kaki hehe. Seru lho, meskipun jaraknya berkilo-kilo, tapi kalau uda jalan bareng gitu, enggak kerasa. Tapi begitu sampai rumah, wah cenat-cenut kakiku -_______-

Pegangan tangan? Jarang, bisa dihitung pake jari mungkin. Beda lho ya, sama anak muda sekarang yang kalau pacaran, si cowok nggandeng tangan si cewek kemana-mana. Sampai-sampai ke kamar mandi iya digandeng hehe. Kiss atau cium pipi? Bukan dalam kamus kita! No no.. jangan sampai, bukan mukhrim :) . Panggilan sayang atau baby? Sudah basi menurut kita. Panggilan kita ‘adek dan mas’. Bagus kan? Hehe.

Jadi, pacaran kita aman sejahtera. Enggak perlu dikawal polisi atau pak RT buat enggak terjadi kecelakaan yang parah. Para readers pengen tahu, kenapa kita bisa menjalankan ini semua? Kuncinya cuma satu, komitmen. Sebelum saya mengiyakan dia jadi pacar saya, saya beritahu dia pacaran seperti apa yang saya mau. Saya juga tantang dia untuk bisa benar-benar menjaga saya jika jadi pacar saya. Maksud ‘menjaga’ saya disini adalah benar-benar menjaga. Tidak boleh ‘mengambil’ atau ‘melakukan’ sesuatu yang belum haknya dia. Itu tantangan yang susah lho buat cowok. Pasti para girl sudah tahu kan kenapa :)

Susah untuk menjalin perasaan itu. Susah juga untuk menyamakan komitmen itu. Susah untuk menerima kelebihan dan kekurangan orang lain itu. Susah! Jadi menurut saya, susah untuk berganti-ganti pasangan dalam beberapa bulan. Karena prinsip saya, pacar saya sekarang adalah (kemungkinan) calon imam dan suami bagi saya..

3 komentar:

Andri Edisi Terbatas 23 Maret 2011 14.11

postingannya menarik ras...^_^

unik jg yh cara berpacaran km, btw suka main ke matos yh ?, udah mampir ke Village Cafe yg samping cinema 21 blm ?, enakloh minuman di sana...hehehe...kok saya jd promosi...^_^

pencari jejak 23 Maret 2011 16.28

sip! keren!
saya dukung!

Dunia Laras 23 Maret 2011 18.23

@ mas Andri: hehe unik darimananya mas? aneh menurutku :p . tp gpp kan, demi keamanan diri sendiri :D
wah mas, aku ga pernah maen2 kesitu. seringnya beli es krim di lantai dasar tuh, deketnya pizza hut hehe. emang disitu tempat apa mas?

@ pencari jejak: wah. makasih2 :D

Posting Komentar