Pages

21 April 2014

#SALE VIRGIN NATURAL COSMETIC

4 Comments


Apa yang lagi SALE? Sale-nya berapa persen? Seperti apa barangnya?
Eits.. sabar dulu sista-sista cantik, hehe. Kali ini SALE-nya beneran gak merugikan. Malah menguntungkan kamu banget. Why? So.. biarkan aku menceritakan dulu produknya ya :)

Namanya sabun Natural Virgin Natural Cosmetic atau yang lebih dikenal dengan singkatan VNC. Di postingan blog ini sudah aku jelaskan apa itu Virgin Natural Cosmetic. Oke, singkatnya produk ini adalah produk kecantikan yang menggunakan bahan alami dan ekstrak Virgin Coconut Oil. Apa itu Virgin Coconut Oil? Adalah minyak kelapa yang dibuat dari bahan baku kelapa segar, diproses dengan pemanasan terkendali atau tanpa pemanasan sama sekali, tanpa bahan kimia dan RDB. Sudah ribuan tahun lamanya Virgin Coconut Oil ini dipercaya untuk membuat kulit mulus, halus, dan bisa menyembuhkan kulit yang pecah-pecah. Keren kan? :D

Virgin Coconut Oil-nya aja uda keren, apalagi kalau ditambah dengan ramu-ramuan yang alami seperti susu kambing etawa ataupun susu sapi. Ya, jadinya seperti sabun Virgin Natural Cosmetic ini. Ada sebuah fakta yang aku dapat dari teman sesama penjual VNC:



bisa dibaca kan?

Nah, kelebihannya sudah banyak banget tuh dijelaskan. Gimana dengan yang sabun susu sapinya? Oh tenang, tetap gak mengecewakan kok. Buat kamu yang mempunyai kulit sensitif, mudah berjerawat, alergi, ataupun kulit rewel, sabun ini cocok banget! Serius, uda banyak banget pelanggan aku yang nyoba dan bilang sukaaaa banget pakai sabun ini. Kelebihan lainnya, sabun ini gak bikin kulit kamu kering seperti sabun lainnya yang beredar di pasaran. Eh tapi sabun bayi itu juga bisa bikin kulit lembab lho! Eits, jangan salah. Ratingnya sabun ini ada diatasnya sabun bayi, seriously. Aku yang membuktikan :D
Untuk membuat sahabat-sahabat bloggerku percaya, mari aku tunjukkan komentar para pelangganku :)


Aku gak bohong kan? Muahaha. Untuk kalian percaya sendiri, silahkan coba sendiri di rumah. Harganya bersahabat banget, mumpung ada diskon! Untuk sabun susu kambing etawa Rp 3.000,- dan sabun susu sapi Rp 2.000,- Untuk lokasi Malang dan Surabaya bisa ketemuan, jadi free ongkir. Yang serius, silahkan hubungi aku bisa lewat SMS, Whatsapp, atau BBM ya. Comment please for ask me or check my facebook. Terima kasih ;)



28 Maret 2014

Panggilan Interview

2 Comments

Interview?
Siapa yang pernah nyangka seorang Laras yang minim pengalaman dan cerpennya berkali-kali ditolak akhirnya dipanggil untuk interview oleh salah satu website entertainment yang terkenal, Kapanlagi.com. Gak nyangka? Gak percaya? Iya banget!

Ceritanya berawal dari salah satu temanku yang ngasih gambar lowongan kerja kapanlagi.com lewat Whatsapp. Waktu itu aku gak langsung respect karena melihat deadline pengirimannya terakhir tanggal 30 Maret. Hahaha ketahuan deh belangnya kalau suka nunda-nunda pekerjaan :p

Yang namanya kesempatan gak pernah datang dua kali. Berhubung Laras ini orangnya pelupa, gambar lowongan pekerjaan itu aku pindah ke lain folder, mengakali kalau-kalau kelupaan hapus cache Whatsapp. Barangkali di lain waktu ada waktu senggang dan bisa ikutan. Beneran, tepat di tanggal kesekian (lupa), tiba-tiba aku ingat lowongan pekerjaan itu. Pulang PKL (Praktek Kerja Lapangan, syarat kelulusan kuliah) aku menulis artikel yang judulnya sudah terbayang-bayang di otakku. Selain mengirim surat lamaran dan CV, pelamar diwajibkan mengirim contoh tulisan. Aku bingung dengan maksud 'contoh tulisan' itu. Akhirnya aku memberanikan diri bertanya. Setelah tanya detail ke orang yang memposting gambar lowongan tersebut di Twitter, di tempat PKL langsung googling sana-sini. Di rumah tinggal menyusun kalimat-kalimatnya. Dan taraa! Dua halaman artikel sudah jadi! Beruntung sekali aku masih suka belajar menulis, baik itu cerpen, puisi ataupun PENDAHULUAN laporan/skripsi #eh. Jadi gak kaku lagi untuk membuatnya :)

Artikel sudah siap. Surat lamaran, CV, dan lampiran-lampiran lainnya juga sudah siap. Gak sampai lama berpikir, aku langsung mengirimkan file ekstrak-an ke alamat email yang tertulis di gambar. Jujur aku gak terlalu berharap dipanggil untuk interview. Jadi setelah mengirimnya, gak ada perasaan takut dan sejenisnya yang biasanya datang waktu persentasi kuliah. 

Pucuk dicinta ulampun tiba. Kalau namanya rejeki, beneran gak kemana-mana. Di suatu pagi di ruangan kantor PKL, jam setengah sembilan aku baru datang. Di ruangan sudah ada temanku yang sudah datang dari tadi. Aku dengan mata masih mengantuk, langsung menaruh kepala di meja setelah tas dan hape aku taruh seenaknya. Dan begitu jam di ruangan menunjukkan pukul sepuluh, dering lagu SNSD-Beep Beep Beep berputar dengan kerasnya. Sontak aku melihat nama yang muncul di layar hape. Cuma muncul nomor. Berarti orang asing. Dengan hati-hati aku mengangkatnya. "Halo assalamualaikum..."

Lima detik kemudian aku berasa di lempar Allah ke surga. Si mbak-mbak yang nelepon bilang, "Halo dengan mbak Laras? Ini kami dari kapanlagi.com....." Pikiran, hati, mulut langsung gak sinkron. Yang teringat waktu itu otak menyuruhku untuk mencatat alamat kantor Kapanlagi.com yang berada di Malang. Temanku yang dari tadi melihatku langsung tertawa begitu telepon selesai. Aku langsung muter-muter ruangan kayak orang gila. "Aku harus gimana, Cel??" tanyaku kepada temanku, Excel.

Kembali ke dunia nyata habis dari surga itu susah lho, men. Butuh waktu kira-kira tiga jam-an aku bisa mengontrol diriku untuk gak panik. Aku berusaha mengingat-ingat apa yang dibilang mbak penelepon tadi. Dan kesimpulannya: besok interview.

pict by Google

Sayangnya waktu interview di tempat bersejarah bagi hidupku, aku gak sempat narsis-selfie ataupun foto tempatnya. Kasihan hapeku bisa berkarat gara-gara tanganku terus berkeringat, hehehe.

Mungkin karena waktu belum pas, aku tidak diterima oleh redaksi. Sedih? Iya sih sedikit, mengingat jabatan editor adalah cita-citaku. Tetapi ternyata redaksi sedang membutuhkan karyawan baru cepat, sedangkan aku masih sibuk riwa-riwi Surabaya-Malang untuk mandat penting dari kampus: PKL dan skripsi.

Pengalaman berkesan? Iya ada, dan ini bakal aku ingat sepanjang masa. Ternyata yang memilih aku, yang memilih artikelku, adalah yang mewawancaraiku langsung. Iya, bukan orang lain yang milih, tapi beliau! Kebanggaan luar biasa bukan? Aku jadi semakin percaya diri untuk melamar ke redaksi sana-sini dengan kemampuan menulisku ini, meskipun aku bukan lulusan S1 Sastra Bahasa Indonesia :D

Yaaa wish me luck deh! Semoga Allah ngasih jalan untuk aku kesana. Kalaupun ada sahabat-sahabat blogger yang tahu ada info lowongan pekerjaan dari redaksi buku, majalah, koran, atau website beken seperti Kapanlagi.com, kasih tahu aku ya! Membantu sesama itu di sayang Tuhan lho, hahaha.

11 Maret 2014

Lagi bener

4 Comments

Menjadi muda adalah hal yang membanggakan.
Kau tahu? Dengan bangganya waktu itu memperebutkan sebatang permen dari seorang teman, dan mengakuinya kalau hal tersebut adalah hebat..
Banyak air mata terurai ketika sebuah pesan yang kamu ketik penuh hati sampai jempol bengkak untuk seseorang yang kamu sukai dan dilayangkan pada radio favoritmu, tidak dibaca oleh penyiarnya
Emosi memecah ketika kamu dilarang mama keluar malam, sambil banting pintu kamar
Nadi mendidih saat membaca status friendster teman sedang mengolok-ngolokmu, dan dengan entengnya tinggal membalas olokan lewat status juga
Boleh tertawa sekarang ketika mengingatnya? :)
Menjadi muda merupakan fase yang paling utama dalam hidup. Melakukan hal bodoh untuk sesuatu yang tak berguna. Bertindak dosa demi memuaskan gengsi selangit di hadapan orang lain. Sok pintar cerita sini-situ, agar orang lain menganggapmu amazing.

Semuanya... terlewati oleh waktu dan hilang dalam pembelajaran
Mengutuk kita agar tidak melakukan hal yang sama, agar melakukan hal yang lebih bijaksana
Masa muda bukanlah suatu hal yang memalukan. Semuanya pasti melewati masa-masa labil identitas. Jika habis, selesai sudah. Buat apa disesali? :)

25 Februari 2014

A little secret?

4 Comments


pict by Google

Kamu pernah mempunyai sebuah rahasia? Entah itu rahasia kecil atau besar.. Entah itu rahasia dari dirimu sendiri atau dari orang lain.. Entah itu merupakan aib atau mungkin kesalahan terbodohmu.. Pernahkah? Punyakah? Seberapa lama kamu bisa menyimpan rahasia itu?

Berkat didikan orang tua, aku tidak pernah menyimpan rahasia dari keluargaku. Sekecil apapun. Malah kalau aku tidak menceritakannya pada mereka, semalaman aku tidak bisa tidur. Alhamdulillah-nya berkat ini aku tidak menjadi orang pemikir. Bapak pernah bilang: "Tidak perlu lah menyimpan atau memikirkan masalah terlalu serius. Apalagi masalah sepele". Teman blogger tahu apa untungnya menerapkan prinsip ini? Kita tidak mudah menjadi tua. Bapakku sudah berumur 53 tahun, tetapi banyak orang yang mengira bahwa beliau berumur 30-40 an. Apa resepnya? Ya seperti yang aku bilang tadi, plus selalu tertawa (di waktu dan tempat yang tepat) :D

Berbagi rahasia kepada teman? Hmm boleh saja sih, tapi hati-hati terhadap orang yang akan kita bagikan rahasianya. Bisa jadi orang tersebut ember, ya meskipun kita sendiri telah mempercayainya karena menganggapnya SAHABAT. Berdasarkan pengalaman, tidak mudah memilih SAHABAT bro. SAHABAT yang mengerti kita, klik dengan kita -sifat maupun prinsip-, enak diajak susah maupun senang, yang selalu mau mendengarkan keluh maupun saran kita. Susah bro, serius. Mengapa? Karena aku sudah berkali-kali menganggap orang lain SAHABAT, tapi ternyata mereka tidak pernah menganggapku SAHABAT. Ya tentunya aku sudah memberikan yang terbaik, tetapi orang tersebut tidak melakukan hal yang sebaliknya.

Pribadiku yang dulu adalah ceplas-ceplos dan suka bercerita segalanya kepada orang lain. Tetapi tidak dengan sekarang :) Kita mungkin selalu berpikir positif terhadap orang lain, namun bagaimana dengan orang lain? 

Terus terang aku tidak percaya lagi sama yang namanya sahabat. Tetapi ketika melihat drama Korea "Reply 1997", aku tidak menyangka akan mendapatkan wawasan baru dari film gokil seperti itu. Yaaaaah.. memang benar.. Tidak semua hal harus diceritakan kepada orang lain, termasuk ke sahabat atau teman terdekat kita. Bahwa sifat masing-masing individu yang unik, yang mau menerima kita, yang tidak mempermasalahkan soal rahasia satu sama lain, yang akan mengumpulkan kekerabatan menjadi sahabat.


14 Februari 2014

Belajar memahami

2 Comments

Memahami isi buku dengan membacanya berkali-kali itu adalah hal yang biasa. Mudah sekali aku lakukan, apalagi kalau mood lagi bagus-bagusnya. Memahami orang lain dengan mengajaknya ngobrol berjam-jam juga adalah hal biasa dilakukan dan bisa dikerjakan meskipun memerlukan waktu yang lama. Namun mengapa memahami diri sendiri itu susah sekali?

Sering terjadi dalam kurun waktu terdekat ini, aku jadi badmood gak jelas gara-gara sifat dan perlakuan orang lain. Misal aku punya teman yang sifatnya suka menunda pekerjaan (tidak ada maksud menunjuk salah satu orang). Aku tahu menunda pekerjaan adalah pekerjaan yang biasa dilakukan orang, termasuk aku kalau sama sekali malas. Tetapi berbekal pengalaman, hal itu aku kurangi dan berusaha memarahi diri sendiri jika mengulangi hal yang sama. Namun bagaimana jika orang lain? Kalau aku memarahinya, hal suram yang terjadi setahun kemarin bakal keulang. Gue ya gue, elu ya elu. Tidak ada hak untuk memberitahu ataupun menegur orang tersebut kalau orang itu tidak ingin kita masuk ke dalamnya (kata-kata bapak ini yang aku camkan dengan baik di otak!). Apalagi nih kalau bersangkutan sama orang yang keras kepala.. aku akan memikirkannya berkali-kali lipat untuk berkomentar langsung. Namun apa yang terjadi? Jadinya aku mendem perasaan berhari-hari karena (jujur saja) mataku gatel melihat orang yang sifatnya berbeda denganku. Aneh ya?

Jutaan kali aku memberitahu otak bahwa tiap orang itu berbeda mendapatkan ilmu dan pengalaman. Tiap orang juga berbeda cara berpikirnya. Semenit otak nurut, namun detik selanjutnya gatelnya mata langsung turun ke hati. Mangkel.

Seharusnya kalau aku berani, aku sebaiknya berbicara langsung kepada orang tersebut. Simpel tapi susah buatku yang gak bisa blak-blakan.

Pada saat seperti ini, otak sama mulut sering adu argumen memberikan pendapat. Tentu efeknya aku jadi bertingkah gak jelas, galau gulana, dan resah. Kenapa denganku? Apa yang harus aku lakukan?

Entah.. bertambahnya umur semakin banyak hal yang aku ketahui dan tidak ketahui. Semakin banyak hal pertanyaan yang belum aku temukan jawabannya. Termasuk tentang diriku sendiri. 

Entah.. sampai kapan aku menggantungkan pertanyaan simpel dan minta pendapat selalu kepada bapak. Padahal seharusnya di umur segini aku harus bisa menentukan pilihanku sendiri. Ya kan?


22 Januari 2014

Cerita

1 Comments


entah kapan,
aku merindukan hal ini...




27 Desember 2013

-Serumpik bahagia cerita Desember-

5 Comments

17 Desember 2013....


Apa yang kamu banggakan dari ayahmu?
Apa yang hebat dari ayahmu?
Kekuatan super apa yang disembunyikan ayahmu?

Ayah memang nomer empat yang disebut setelah ibu, ibu dan ibu. Lalu tak bisakah ia di nomer satu, dua, dan tiga? Ayah terkadang jahat memaksa untuk berani melakukan sesuatu hal yang tidak aku senangi. Lalu bisakah ia tetap terkenang di hati kita? Ayah selalu jealous dan menyindir ketika aku asyik sms dan telepon dengan pacar. Lalu apakah posisinya sudah tergantikan dengan lelaki lain?


Aku memang belum bisa memberikan yang terbaik - belum bisa menggantikan segala upah keringatmu banting tulang demi menghasilkan dolar untuk pendidikanku. Aku memang belum bisa menggantikan sedihmu - karena hanya tawa yang selalu menjuntai indah di wajahmu. Aku memang belum bisa masak, menggantikan posisi koki hebat di rumah sepertimu, yah - lantas memang masakanmu lebih enak dibandingkan masakan ibu. Aku memang belum penuh dan tulus memberikan perhatianku - belum murni melebihi perhatianmu melebihi orang yang melahirkanku.

Selamat ulang tahun bapak...
Terima kasih sudah selalu sabar dan sabar menasehatiku
Terima kasih sudah turun dari surga memberikan cinta dari hati di keluarga
dan...




Terima kasih sudah bangga cerita kesana-kemari tentang kado dari anak-anakmu. Kemeja abu-abu itu membuatmu makin ganteng :) 


#latepost