Pages

10 Juli 2013

Hobi Baru

7 Comments



Akhir-akhir ini saya suka scroll timeline facebook dan kegirangan ketika membaca postingan fan page-nya Darwis Tere Liye. Mengapa? Nggak ada alasan lain, yaitu menyejukkan! Semua kata-katanya dewasa banget, apalagi untuk saya yang masih suka labil *anak perantauan*. Nah dari beberapa postingannya yang saya suka, pasti langsung saya share di profile facebook. Salah satunya adalah ini:

*********************************************************************************

*Jodoh Terbaik


Ada seorang atlet dunia yang mengagumkan. Saat ditanya, apa rahasia terbesarnya hingga dia berkali-kali memecahkan rekor dunia? Jawabannya pendek: saya bertanding melawan diri sendiri, saya berusaha terus menerus mengalahkan diri sendiri. Ini sesungguhnya jawaban yang super, menjelaskan banyak hal. Tapi bagaimana bisa dia jadi juara dunia jika dia hanya sibuk melawan dirinya sendiri? Bukankah dia harus peduli dengan catatan waktu pesaingnya? Bagaimana pesaingnya berlatih? Kemajuan pesaingnya. Tidak, dia tidak peduli. Baginya, setiap hari menjadi lebih baik, setiap hari memperbaiki rekor sendiri, jauh lebih penting dibanding memikirkan orang lain. Maka itulah yang terjadi, resep ini berhasil, berkali-kali dunia menyaksikan atlet hebat ini memecahkan rekor dunia, rekor yang tercatat atas nama dirinya sendiri. Jika dia hanya sibuk memikirkan orang lain, boleh jadi dia hanya berhasil memecahkan rekor itu sekali, lantas berpuas diri, merasa cukup. Game over.

Logika memperbaiki diri sendiri dan terus melakukan yang terbaik ini sangat efektif dalam banyak hal. Sekolah misalnya. Kita tidak perlu peduli kita ranking berapa, kita lulusan terbaik atau bukan, sekolah terbaik atau bukan, pokoknya belajar yang terbaik, maka lihat saja besok lusa, ternyata semua hal datang dengan sendirinya, termasuk ranking dan kesempatan melanjutkan di tempat lebih baik. Juga pekerjaan. Kita tidak perlu peduli siapa pesaing di sekitar, siapa yang akan menyalip dsbgnya, posisi dsbgnya, pokoknya bekerjalah yang terbaik, memperbaiki diri sendiri secara terus menerus. Maka, lihat saja besok lusa, semua pintu2 kesempatan akan terbuka dengan sendirinya.

Nah, termasuk mencari jodoh. Rumus ini juga berlaku sama sederhananya. Teruslah memperbaiki diri, maka besok lusa, jodoh terbaik akan datang.

Banyak orang yang berpikir sebaliknya, sibuk pacaran, sibuk cari2 perhatian, sibuk jatuh hati, sibuk 'mencari jodoh'--di usia dini sekali. Itu benar, kita boleh jadi segera mendapatkan yang diinginkan tersebut, tapi hanya sebatas itulah definisi jodoh terbaik yang kita dapatkan. Berbeda jika dengan sibuk memperbaiki diri. Terus sekolah dengan baik misalnya, belajar apa saja. Termasuk belajar ilmu agama, semakin bermanfaat bagi sekitar, mencemerlangkan akhlak, maka jalinan silaturahmi akan semakin luas, membuat kesempatan bertemu dengan jodoh terbaik lebih lebar. Dengan terus memperbaiki diri, kita bisa mengenal banyak orang, paham banyak karakter, memiliki prinsip2 yang baik, dan itu lagi-lagi membuka lebih lebar kesempatan bertemu dengan jodoh terbaik.

Bayangkan saja seseorang yang hanya tinggal di sebuah kampung, sibuk pacaran di kampung itu saja, menikah. Selesai. Itulah ruang lingkup jodoh terbaiknya. Sebaliknya seorang remaja puteri, yg memilih terus belajar memperbaiki diri sendiri, bodo amat teman2nya sudah pacaran, dengan terus belajar dia bisa membuka pintu sekolah di kota lain, bertemu dengan banyak orang, dengan belajar agama dia memiliki prinsip2 hidup yg baik, bisa memilih teman bergaul yang baik, hingga akhirnya bertemu dengan jodoh terbaiknya. Dia berhasil meningkatkan berkali-kali lipat kesempatan jodoh terbaiknya. Bukan cuma si cowok paling ganteng di kampung tersebut--yang ditaksir gadis sekampung.

Nah, apakah dengan terus memperbaiki diri menjamin mendapatkan jodoh terbaik? Tidak. Memang tidak. Tapi rasa-rasanya, jika proses terus memperbaiki diri itu dilakukan dengan baik, kalian akan berbahagia dengan apapun situasi yang akan dihadapi. Jadi kalaupun dia gagal memberikan jodoh tampan macam anggota boyband korea, atau baik hati pol macam poh si kungfu panda, dia sukses memberikan sesuatu: pemahaman yg baik, bekal hidup yang baik. Dan kalian siap dengan takdir apapun dari Tuhan.

*********************************************************************************

Berbagi ilmu itu indah :)

1 Juli 2013

Kali ini

4 Comments



Mungkin kataku tak sampai,
Mungkin lidahku tak terjamah
Mungkin waktuku yang punah,
Mungkin dayaku yang tak sekira

Sesempatnya aku melukis,
Dan adanya hiasan senyum itu...




Tuhan terus mendengar, kok
:)

18 Juni 2013

Bersandar

6 Comments

pict by google


Tak ada kata terlontar
Cuma sebuah nyanyian malam
Dengan seabrek pikiran melangit

Jangan paksa aku bicara
Biar hatiku yang mewakili
Cukup kau diam dan biarkan aku bersandar
Biarkan aku tenggelam dalam bahumu
Tak ada lagi kalimat pengantar basi....
Cukup ini yang aku butuhkan

Kamu mengetahuinya, kan?

26 Mei 2013

Mei lagi

3 Comments

Aku menyesal semenyesal-nyesalnya. Aku tahu caraku salah. Aku tahu ini nggak bisa dikembalikan lagi. Kamu marah, hingga kamu nggak peduli bagaimana aku disini.
Aku nggak pernah menangiskan teman seperti ini. Aku nggak pernah meng-eman teman seperti ini. Aku nggak pernah sesayang ini sama teman. Itu cuma satu alasannya, aku nggak ingin kamu terluka. Iya, aku tahu salah caranya. Salah.. Kamu tahu kan mengapa?
Aku mualas lihat dia yang nggak berubah-ubah. Aku mualas lihat dia yang nggak bisa jaga pakaiannya. Aku mualas lihat dia yang nggak bisa menepati janjinya. Aku malas...
Aku sedih ini semua terjadi. Aku sedih tawa kita bersama hapus hanya karena ini...
Aku nggak pernah kabur, hanya aku butuh waktu untuk sendiri dan menegarkan hatiku.

Aku salah dan aku minta maaf. Aku nggak akan ikut campur lagi urusan kalian. Aku hanya teman dan orang lain bagimu. Sekali lagi minta maaf..

22 Mei 2013

Mei

0 Comments

27 April 2013

Yamada Taro Monogatari #ReviewFilm

0 Comments

Tadaaa!! Assalamualaikum sobat :) Maaf ya ngilang-nggak-ngilang dalam peredaran, hehehe. Sebagai permintaan maaf yang keberjuta kalinya... saya mau review film bagus nih. Disarankan setelah membaca review dari saya, segera cari di toko-toko film atau google! Kenapa? Bukannya saya lebay nih sob, tapi kenyataannya, saya benar-benar terhipnotis sama filmnya. Pingin tahu seperti apa film tersebut? Check this out.

Nama filmnya adalah Yamada Taro Monogatari. Dilihat dari namanya saja, pasti sahabat sudah tahu kan kalau film ini dari negeri Sakura. Pertama kali dikenalin film ini sama teman, respon saya waktu itu tidak tanggap seperti layaknya mendapat film Habibie Ainun. Karena pemikiran saya, film Jepang setahu saya itu rada' gak nyambung ceritanya. Dan dibandingin dengan film Korea, jelas Jepang kalah jauh kan... Mending lihat Running Man atau Full House, batin saya waktu itu. 



Namun karena teman saya bersungguh-sungguh mengatakan, "Bagus, Ras, filmnya! Lihat-en deh," saya akhirnya jadi penasaran juga. Berbekal sisa flashdisk saya dan teman (you know, size satu flashdisk gak cukup boookkk!), di ruang kos yang sepi saya buka foldernya. Rasa malas saya bertambah satu gram (lho?) begitu melihat banyak file .avi berderet-deret di dalamnya. Ada sepuluh series sob! Langsung deh, saya shut down laptop dan lebih memilih tidur, hihihi :D

Hingga dua hari berlalu, saya membiarkan folder film itu di laptop. Hingga suatu saat, karena tidak ada pekerjaan apapun yang dikerjakan, tangan saya gatal membuka folder tersebut. Right, saya lihat film tersebut. Butuh waktu tiga hari (dengan mood bagus) saya meng-khatam-kan semua series yang ada di dalamnya xD

Empat jempol (beserta jempol kaki) saya kasih buat orang yang membuat ide cerita film itu! Sumpah! Saya nangis membiru... apalagi episode terakhirnya itu lho... ya ampun.

Yamada Taro Monogatari ini menceritakan tentang sosok pemuda tampan yang beruntung bisa masuk sekolah mewah Ichinomiya High School lewat jalur beasiswa. Semua siswa disana terkagum-kagum padanya dan mengira bahwa dia dari keluarga kaya. Namun siapa sangka bahwa dia adalah pemuda miskin yang harus menghidupi keenam adiknya yang masih kecil-kecil.




Dia harus bekerja part time diantara waktu luang sekolahnya. Ayahnya suka berkelana karena pekerjaannya sebagai pelukis, ibunya tidak bisa melakukan apa-apa. Dengan keikhlasan hatinya, dia rela melakukan apapun demi sebuah senyum di keluarganya. Di salah satu episode, sahabat baiknya, Mimura-kun, membantu mencarinya pekerjaan agar bisa mengumpulkan uang untuk biaya salah satu adiknya. Nah ternyata Mimura memperkerjakan dia sebagai pelayan di rumahnya. Siapa sangka pelayan di rumah Mimura tidak ada yang laki-laki, jadi soo... pasti Taro-kun harus menyamar sebagai perempuan.


Saya ketawa ngakak saat Yamada di dandan perempuan seperti ini. Ya ampun, mau-maunya dia, pikir saya. Namun semua usahanya itu tidak sia-sia karena dia berhasil menarik hati kakek Mimura dan mendapatkan uang untuk kebutuhan keluarganya. Yeeeyy :D

Disini, setiap episode digarap lucu dan unik. Siapa sangka, alurnya itu nggak membosankan dan nggak ketebak sama sekali. Banyak pelajaran hidup yang coba disuguhkan disini secara nggak langsung. Membuat siapapun, termasuk saya, setelah melihat film ini jadi interopeksi diri untuk lebih bersyukur #curhat :')

Oh iya, catatan tersendiri nih buat saya. Semenjak meng-khatam-kan film ini, saya jadi setuju dengan siswi Ichinomiya High School yang mengatakan bahwa Yamada Taro-kun pangeran. Coba deh lihat kalau pas dia lagi senyum, errrr manisnya :3


Pada setuju kan dengan saya? Hihi. Sudah deh, sekian dulu catatan review dari saya. Semoga memberi manfaat bagi kalian semua yaa sobat! ^-^

21 Maret 2013

Jalan #noted

2 Comments

"Kalau kamu merasa jalanmu sekarang adalah bukan jalanmu, lihatlah kembali apa yang telah kamu korbankan untuk jalanmu sekarang. Cara kabur dan menghindar adalah cara yang salah. Sekarang, ikuti jalannya. Jangan putus-putus dan teruslah berjalan hingga ujung. Hingga pada akhirnya Allah SWT yang akan memberikan jalan lain, sesuai keinginanmu, untuk kamu lewati..."

Laras, 20 tahun, sudah nggak galau dengan 'Informatika'-nya