Menjadi muda adalah hal yang membanggakan.
Kau tahu? Dengan bangganya waktu itu memperebutkan sebatang permen dari seorang teman, dan mengakuinya kalau hal tersebut adalah hebat..
Banyak air mata terurai ketika sebuah pesan yang kamu ketik penuh hati sampai jempol bengkak untuk seseorang yang kamu sukai dan dilayangkan pada radio favoritmu, tidak dibaca oleh penyiarnya
Emosi memecah ketika kamu dilarang mama keluar malam, sambil banting pintu kamar
Nadi mendidih saat membaca status friendster teman sedang mengolok-ngolokmu, dan dengan entengnya tinggal membalas olokan lewat status juga
Boleh tertawa sekarang ketika mengingatnya? :)
Menjadi muda merupakan fase yang paling utama dalam hidup. Melakukan hal bodoh untuk sesuatu yang tak berguna. Bertindak dosa demi memuaskan gengsi selangit di hadapan orang lain. Sok pintar cerita sini-situ, agar orang lain menganggapmu amazing.
Semuanya... terlewati oleh waktu dan hilang dalam pembelajaran
Mengutuk kita agar tidak melakukan hal yang sama, agar melakukan hal yang lebih bijaksana
Masa muda bukanlah suatu hal yang memalukan. Semuanya pasti melewati masa-masa labil identitas. Jika habis, selesai sudah. Buat apa disesali? :)
11 Maret 2014
25 Februari 2014
A little secret?
Selasa, Februari 25, 2014 4 Comments Curhat, Film, Renungan
pict by Google
Kamu pernah mempunyai sebuah rahasia? Entah itu rahasia kecil atau besar.. Entah itu rahasia dari dirimu sendiri atau dari orang lain.. Entah itu merupakan aib atau mungkin kesalahan terbodohmu.. Pernahkah? Punyakah? Seberapa lama kamu bisa menyimpan rahasia itu?
Berkat didikan orang tua, aku tidak pernah menyimpan rahasia dari keluargaku. Sekecil apapun. Malah kalau aku tidak menceritakannya pada mereka, semalaman aku tidak bisa tidur. Alhamdulillah-nya berkat ini aku tidak menjadi orang pemikir. Bapak pernah bilang: "Tidak perlu lah menyimpan atau memikirkan masalah terlalu serius. Apalagi masalah sepele". Teman blogger tahu apa untungnya menerapkan prinsip ini? Kita tidak mudah menjadi tua. Bapakku sudah berumur 53 tahun, tetapi banyak orang yang mengira bahwa beliau berumur 30-40 an. Apa resepnya? Ya seperti yang aku bilang tadi, plus selalu tertawa (di waktu dan tempat yang tepat) :D
Berbagi rahasia kepada teman? Hmm boleh saja sih, tapi hati-hati terhadap orang yang akan kita bagikan rahasianya. Bisa jadi orang tersebut ember, ya meskipun kita sendiri telah mempercayainya karena menganggapnya SAHABAT. Berdasarkan pengalaman, tidak mudah memilih SAHABAT bro. SAHABAT yang mengerti kita, klik dengan kita -sifat maupun prinsip-, enak diajak susah maupun senang, yang selalu mau mendengarkan keluh maupun saran kita. Susah bro, serius. Mengapa? Karena aku sudah berkali-kali menganggap orang lain SAHABAT, tapi ternyata mereka tidak pernah menganggapku SAHABAT. Ya tentunya aku sudah memberikan yang terbaik, tetapi orang tersebut tidak melakukan hal yang sebaliknya.
Pribadiku yang dulu adalah ceplas-ceplos dan suka bercerita segalanya kepada orang lain. Tetapi tidak dengan sekarang :) Kita mungkin selalu berpikir positif terhadap orang lain, namun bagaimana dengan orang lain?
Terus terang aku tidak percaya lagi sama yang namanya sahabat. Tetapi ketika melihat drama Korea "Reply 1997", aku tidak menyangka akan mendapatkan wawasan baru dari film gokil seperti itu. Yaaaaah.. memang benar.. Tidak semua hal harus diceritakan kepada orang lain, termasuk ke sahabat atau teman terdekat kita. Bahwa sifat masing-masing individu yang unik, yang mau menerima kita, yang tidak mempermasalahkan soal rahasia satu sama lain, yang akan mengumpulkan kekerabatan menjadi sahabat.
14 Februari 2014
Belajar memahami
Jumat, Februari 14, 2014 2 Comments Curhat
Memahami isi buku dengan membacanya berkali-kali itu adalah hal yang biasa. Mudah sekali aku lakukan, apalagi kalau mood lagi bagus-bagusnya. Memahami orang lain dengan mengajaknya ngobrol berjam-jam juga adalah hal biasa dilakukan dan bisa dikerjakan meskipun memerlukan waktu yang lama. Namun mengapa memahami diri sendiri itu susah sekali?
Sering terjadi dalam kurun waktu terdekat ini, aku jadi badmood gak jelas gara-gara sifat dan perlakuan orang lain. Misal aku punya teman yang sifatnya suka menunda pekerjaan (tidak ada maksud menunjuk salah satu orang). Aku tahu menunda pekerjaan adalah pekerjaan yang biasa dilakukan orang, termasuk aku kalau sama sekali malas. Tetapi berbekal pengalaman, hal itu aku kurangi dan berusaha memarahi diri sendiri jika mengulangi hal yang sama. Namun bagaimana jika orang lain? Kalau aku memarahinya, hal suram yang terjadi setahun kemarin bakal keulang. Gue ya gue, elu ya elu. Tidak ada hak untuk memberitahu ataupun menegur orang tersebut kalau orang itu tidak ingin kita masuk ke dalamnya (kata-kata bapak ini yang aku camkan dengan baik di otak!). Apalagi nih kalau bersangkutan sama orang yang keras kepala.. aku akan memikirkannya berkali-kali lipat untuk berkomentar langsung. Namun apa yang terjadi? Jadinya aku mendem perasaan berhari-hari karena (jujur saja) mataku gatel melihat orang yang sifatnya berbeda denganku. Aneh ya?
Jutaan kali aku memberitahu otak bahwa tiap orang itu berbeda mendapatkan ilmu dan pengalaman. Tiap orang juga berbeda cara berpikirnya. Semenit otak nurut, namun detik selanjutnya gatelnya mata langsung turun ke hati. Mangkel.
Seharusnya kalau aku berani, aku sebaiknya berbicara langsung kepada orang tersebut. Simpel tapi susah buatku yang gak bisa blak-blakan.
Pada saat seperti ini, otak sama mulut sering adu argumen memberikan pendapat. Tentu efeknya aku jadi bertingkah gak jelas, galau gulana, dan resah. Kenapa denganku? Apa yang harus aku lakukan?
Entah.. bertambahnya umur semakin banyak hal yang aku ketahui dan tidak ketahui. Semakin banyak hal pertanyaan yang belum aku temukan jawabannya. Termasuk tentang diriku sendiri.
Entah.. sampai kapan aku menggantungkan pertanyaan simpel dan minta pendapat selalu kepada bapak. Padahal seharusnya di umur segini aku harus bisa menentukan pilihanku sendiri. Ya kan?
22 Januari 2014
27 Desember 2013
-Serumpik bahagia cerita Desember-
Jumat, Desember 27, 2013 5 Comments Catatan Harian, Puisi
17 Desember 2013....
Apa yang kamu banggakan dari ayahmu?
Apa yang hebat dari ayahmu?
Kekuatan super apa yang disembunyikan ayahmu?
Ayah memang nomer empat yang disebut setelah ibu, ibu dan ibu. Lalu tak bisakah ia di nomer satu, dua, dan tiga? Ayah terkadang jahat memaksa untuk berani melakukan sesuatu hal yang tidak aku senangi. Lalu bisakah ia tetap terkenang di hati kita? Ayah selalu jealous dan menyindir ketika aku asyik sms dan telepon dengan pacar. Lalu apakah posisinya sudah tergantikan dengan lelaki lain?
Aku memang belum bisa memberikan yang terbaik - belum bisa menggantikan segala upah keringatmu banting tulang demi menghasilkan dolar untuk pendidikanku. Aku memang belum bisa menggantikan sedihmu - karena hanya tawa yang selalu menjuntai indah di wajahmu. Aku memang belum bisa masak, menggantikan posisi koki hebat di rumah sepertimu, yah - lantas memang masakanmu lebih enak dibandingkan masakan ibu. Aku memang belum penuh dan tulus memberikan perhatianku - belum murni melebihi perhatianmu melebihi orang yang melahirkanku.
Selamat ulang tahun bapak...
Terima kasih sudah selalu sabar dan sabar menasehatiku
Terima kasih sudah turun dari surga memberikan cinta dari hati di keluarga
dan...
Terima kasih sudah bangga cerita kesana-kemari tentang kado dari anak-anakmu. Kemeja abu-abu itu membuatmu makin ganteng :)
#latepost
14 Desember 2013
Hari Ini
Sabtu, Desember 14, 2013 2 Comments Puisi
Semacam hiburan menulis romawi di pelampiasan
Menebak akhir dari para penguntip
Akhirnya padahal tiada tertuju
Yang lalu masih terbang di atmosfer tinggi-tinggi
Selalu,
Ya selalu dan bukannya penyamping tidur
Tuhan-ku punya tangan melebihi kuota
BijakMu mengatakan tetaplah begini dan bersantai diri
Karena sentuhan butir dari langit tak pernah berbohong
Malaikat selalu mengamini yang mulia
Allahualam...
Ku rebahkan dayaku untuk langkah di depan
Menebak akhir dari para penguntip
Akhirnya padahal tiada tertuju
Yang lalu masih terbang di atmosfer tinggi-tinggi
Selalu,
Ya selalu dan bukannya penyamping tidur
Tuhan-ku punya tangan melebihi kuota
BijakMu mengatakan tetaplah begini dan bersantai diri
Karena sentuhan butir dari langit tak pernah berbohong
Malaikat selalu mengamini yang mulia
Allahualam...
Ku rebahkan dayaku untuk langkah di depan
27 November 2013
Ke-sibuk-an
Rabu, November 27, 2013 0 Comments Catatan Harian, Curhat
Selamat sore sahabat blogger :)
Sudah berapa lama yaa saya tidak menengok ke blog kesayangan ini? Sudah berapa lama juga yaa saya tidak blogwalking kesana-kemari silahturahmi ke para tetangga yang menginspirasi? Aah sudah lama sekali sepertinya, mengingat saya benar-benar lupa hihi. Mengingat juga banyak yang sudah terlewatkan dengan sendirinya.
Sedikit cerita ya tentang kesibukan saya. Saya lagi asyik berjualan online sekarang, menjual semua hal tentang kebutuhan utama wanita. Ya, it's called fashion. Mulai sepatu, baju, dress, rok, celana, dan tentu yang gak ketinggalan kosmetik alami Virgin Natural Cosmetic. Pokoknya item-item kecil yang kemungkinan saya suka, yang mengandung unsur lucu-lucu, saya ambil dan saya jual di online shop Yellow Boutique. Ya masih kecil-kecilan laaaah, lumayan banget buat tambahan makan dan sangu buat skripsi (yeah, semester 7). Saya sendiri juga nggak tahu bagaimana awal-mulanya saya memberanikan diri berjualan online. Tahu-tahu saya keranjingan keliling seluruh dunia lewat Google mencari distributor/supplier yang terpercaya. Tentu, ini gak semulus bayangan awal yang langsung lariiiis diserbu sista-sista. Saya harus invite beberapa teman untuk jadi member dan tentunya gak bosan untuk BERPROMOSI! Sampai-sampai timeline Facebook dan Twitter hampir penuh dengan saya, hehehe. Well, sekarang meskipun gak sampai puluhan orang SMS saya untuk order, seenggaknya satu-dua-tiga masih ada-lah masuk rekening :D Alhamdulillah wasyukurillah~
Kesibukan ini benar-benar melupakan saya tentang beberapa hal yang seharusnya memang harus dilewatkan. Benar-benar membantu pokoknya. Ya memang belum clear, apalagi kalau bertemu langsung. Namun sudah bisa move on dan berjanji untuk menjadi lebih baik itu sudah kekuatan luaarr biasa bagi saya. Yaaa... waktu benar-benar mengobati semuanya :)
Okaiiiy, saya sudah tidak sabar segera Desember, segera lulus, segera kerja, dan segera membuka gerai fashion sendiri dengan saya sebagai suppliernya. Aamiin!
Bagaimana dengan rencana kamu, sahabat blogger?
Langganan:
Postingan (Atom)

