Pages

27 April 2013

Yamada Taro Monogatari #ReviewFilm

0 Comments

Tadaaa!! Assalamualaikum sobat :) Maaf ya ngilang-nggak-ngilang dalam peredaran, hehehe. Sebagai permintaan maaf yang keberjuta kalinya... saya mau review film bagus nih. Disarankan setelah membaca review dari saya, segera cari di toko-toko film atau google! Kenapa? Bukannya saya lebay nih sob, tapi kenyataannya, saya benar-benar terhipnotis sama filmnya. Pingin tahu seperti apa film tersebut? Check this out.

Nama filmnya adalah Yamada Taro Monogatari. Dilihat dari namanya saja, pasti sahabat sudah tahu kan kalau film ini dari negeri Sakura. Pertama kali dikenalin film ini sama teman, respon saya waktu itu tidak tanggap seperti layaknya mendapat film Habibie Ainun. Karena pemikiran saya, film Jepang setahu saya itu rada' gak nyambung ceritanya. Dan dibandingin dengan film Korea, jelas Jepang kalah jauh kan... Mending lihat Running Man atau Full House, batin saya waktu itu. 



Namun karena teman saya bersungguh-sungguh mengatakan, "Bagus, Ras, filmnya! Lihat-en deh," saya akhirnya jadi penasaran juga. Berbekal sisa flashdisk saya dan teman (you know, size satu flashdisk gak cukup boookkk!), di ruang kos yang sepi saya buka foldernya. Rasa malas saya bertambah satu gram (lho?) begitu melihat banyak file .avi berderet-deret di dalamnya. Ada sepuluh series sob! Langsung deh, saya shut down laptop dan lebih memilih tidur, hihihi :D

Hingga dua hari berlalu, saya membiarkan folder film itu di laptop. Hingga suatu saat, karena tidak ada pekerjaan apapun yang dikerjakan, tangan saya gatal membuka folder tersebut. Right, saya lihat film tersebut. Butuh waktu tiga hari (dengan mood bagus) saya meng-khatam-kan semua series yang ada di dalamnya xD

Empat jempol (beserta jempol kaki) saya kasih buat orang yang membuat ide cerita film itu! Sumpah! Saya nangis membiru... apalagi episode terakhirnya itu lho... ya ampun.

Yamada Taro Monogatari ini menceritakan tentang sosok pemuda tampan yang beruntung bisa masuk sekolah mewah Ichinomiya High School lewat jalur beasiswa. Semua siswa disana terkagum-kagum padanya dan mengira bahwa dia dari keluarga kaya. Namun siapa sangka bahwa dia adalah pemuda miskin yang harus menghidupi keenam adiknya yang masih kecil-kecil.




Dia harus bekerja part time diantara waktu luang sekolahnya. Ayahnya suka berkelana karena pekerjaannya sebagai pelukis, ibunya tidak bisa melakukan apa-apa. Dengan keikhlasan hatinya, dia rela melakukan apapun demi sebuah senyum di keluarganya. Di salah satu episode, sahabat baiknya, Mimura-kun, membantu mencarinya pekerjaan agar bisa mengumpulkan uang untuk biaya salah satu adiknya. Nah ternyata Mimura memperkerjakan dia sebagai pelayan di rumahnya. Siapa sangka pelayan di rumah Mimura tidak ada yang laki-laki, jadi soo... pasti Taro-kun harus menyamar sebagai perempuan.


Saya ketawa ngakak saat Yamada di dandan perempuan seperti ini. Ya ampun, mau-maunya dia, pikir saya. Namun semua usahanya itu tidak sia-sia karena dia berhasil menarik hati kakek Mimura dan mendapatkan uang untuk kebutuhan keluarganya. Yeeeyy :D

Disini, setiap episode digarap lucu dan unik. Siapa sangka, alurnya itu nggak membosankan dan nggak ketebak sama sekali. Banyak pelajaran hidup yang coba disuguhkan disini secara nggak langsung. Membuat siapapun, termasuk saya, setelah melihat film ini jadi interopeksi diri untuk lebih bersyukur #curhat :')

Oh iya, catatan tersendiri nih buat saya. Semenjak meng-khatam-kan film ini, saya jadi setuju dengan siswi Ichinomiya High School yang mengatakan bahwa Yamada Taro-kun pangeran. Coba deh lihat kalau pas dia lagi senyum, errrr manisnya :3


Pada setuju kan dengan saya? Hihi. Sudah deh, sekian dulu catatan review dari saya. Semoga memberi manfaat bagi kalian semua yaa sobat! ^-^

21 Maret 2013

Jalan #noted

2 Comments

"Kalau kamu merasa jalanmu sekarang adalah bukan jalanmu, lihatlah kembali apa yang telah kamu korbankan untuk jalanmu sekarang. Cara kabur dan menghindar adalah cara yang salah. Sekarang, ikuti jalannya. Jangan putus-putus dan teruslah berjalan hingga ujung. Hingga pada akhirnya Allah SWT yang akan memberikan jalan lain, sesuai keinginanmu, untuk kamu lewati..."

Laras, 20 tahun, sudah nggak galau dengan 'Informatika'-nya 

26 Februari 2013

Gaya Hidup Yang Baik Dengan Pertamax #apaidemu

4 Comments

"Cieeee bensinnya beli Pertamax rek! Percaya... Orang kaya!"
Kalimat itu sering saya dengar dari temanku ketika teman yang saya tebengi masuk pom bensin dan lebih memilih antri ke antrian Pertamax. Yang saya heran, beli Pertamax kok bisa dicap sebagai orang kaya? Ada yang salah? Bukannya membeli Pertamax itu lebih baik daripada membeli bensin Premium? Belum sempat semua pertanyaan sangkalan saya terjawab, tawa hina teman-teman membuyarkan semuanya.
Oke saya tahu itu adalah guyonan. Tetapi tetap saja guyonan itu masih janggal di pikiran saya. Padahal kenyataannya, harga Pertamax setara dengan hasil dan kualitas yang dihasilkan. Pertamax dirancang bisa menerima tekanan pada mesin berkompresi tinggi, sehingga dapat bekerja secara optimal pada piston. Banyak fakta telah membuktikan, tenaga mesin yang menggunakan Pertamax hasilnya lebih maksimal. Mengapa demikian? Karena bahan bakar minyak (BBM) dapat digunakan secara optimal. Berbeda dengan premium yang menggunakan oktan lebih sedikit daripada Pertamax. Mesin yang memakai premium BBM-nya terbakar dan meledak, tidak sesuai dengan gerakan piston. Karena itulah Pertamax dijadikan bahan bakar minyak andalan Pertamina.
Pemerintah juga menganjurkan untuk masyarakat mampu diwajibkan membeli Pertamax, karena Premium di khusukan untuk masyarakat yang tidak mampu. Pasti ada sebab dan akibat tersendiri dari pemerintah sehingga membuat peraturan tersebut. Namun harapan baik pemerintah tidak dianggap serius oleh sebagian masyarakat. Banyak masyarakat yang membawa mobilnya ke pom bensin dan antri di antrian Premium. Lho? Kalau begini namanya makan haknya orang nggak mampu dong?
Jadi, mengapa kalau bisa bijak menggunakan hak, mengapa mengambil hak orang lain? Banyak untungnya juga kok. Selain nggak dosa memakai hak orang lain, sepeda motor dan mobil kita jadi lebih awet mesinnya. Jadi teringat cerita bapakku waktu meng-servis-kan motornya ke bengkel dan bapak mendapatkan sanjungan dari mekaniknya bahwa mesin motornya bersih dan tidak ada kerak sekalipun. Nah, saya dan sekeluarga sudah membuktikan, dengan Pertamax, jalan-jalan sejauh apapun tidak perlu ragu dengan keadaan mesin motor. Pendapatan lebih banyak karena uang tambahan untuk service kendaraan bisa masuk ke dalam uang saku. Keren banget kan @PertamaxIND ?

Struk pembelian Pertamax:


23 Februari 2013

Patah hati ditolak redaksi

4 Comments

Assalamualaikum :) Pagi yang mendung nih di Surabaya. Tapi jadi enak Surabaya jadi enggak panas-panas amat :D Bagaimana cuaca di kota-kota sahabat blogger? Lagi musim hujan dan penyakit flu nih, jaga kesehatan ya kawan..

Oh iya, ngomong-ngomong soal nulis di blog, saya mulai ndeleweng gak aktif menulis lagi nih. Hehehe. Bukannya apa-apa nih sob, saya lagi asyik ikut sayembara nulis. Tapi rupanya rejeki saya bukan disitu. Sembilan tulisan yang saya kirim ke tiga event lomba (yang salah satunya event cerita salah satu merk eskrim) belum bisa mengambil hati redaksi dan jurinya. Setengah dongkol juga siiiih, soalnya saya sudah optimis salah satu tulisan saya bakal dimuat di salah satu event yang saya ikuti. Ya udah, sampai sekarang belum ada kelanjutannya untuk mencoba menulis-mengirim lagi meskipun draft ide uda numpuk :D
Nah, karena saya patah hati, saya mau ngeshare tulisan saya yang 'salah'. Jadi ceritanya, event cerita salah satu merk eskrim itu membuat persayaratan boleh mengirim lebih dari satu cerita namun nggak lebih dari 500 karakter. Pikir saya, 500 karakter adalah 500 kata. Dengan santainya saya ngarang bebas ngikutin imajinasi di ms.word. Setelah ngepasin 500 kata, saya copy dan paste deh ke form 'tulis cerita' yang di sediakan. Kemudian saya kaget. Lho kok tulisan saya nggak masuk semua ya?? Eh setelah diteliti dan di analisa, baru tau deh kesalahannya apa. LOL banget kan :))) Okelah, daripada saya ngarang susah-susah tapi gak dapat apresiasi, saya posting disini aja yaa ;)

------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Cinta itu datang tanpa kita tahu kapan waktunya dia datang. Dia bisa datang saat kita terlelap dalam mimpi atau sebaliknya. Semuanya diluar nalar logika… dan tiada yang tahu kapan Tuhan menurunkan cinta untuk kita.
Ceritaku dengan Ade, contohnya. Aku sama sekali tidak nyangka bisa jatuh cinta sama dia. Gak tinggi, gak putih, gak manis sedikitpun. Pokoknya takaran cowok cakep gak ada pada dirinya!
Aku mengenal Ade waktu OSPEK. Saat pembentukan kelompok, aku dan Ade berada di kelompok yang sama beserta lima orang lainnya.
OSPEK telah selesai, rutinitas kumpul dengan teman kelompok sudah minim, tapi yang namanya SMS dari Ade gak ada henti-hentinya. Tiap malam dia gak absen telpon. Yang diobrolin pun macam-macam, dan anehnya aku tak pernah bosan mendengarkan ceritanya.
Jam delapan malam, seperti biasa aku duduk anteng di depan televisi. Lima menit kemudian, handphone-ku berdering. Aku tersenyum membaca sebuah nama yang muncul: Ade.
“Halo,”
“Halo juga, Ras. Lagi nggak sibuk kan?” jawabnya. Aku senyum-senyum sendiri mendengar suaranya.
 “Sepertinya kamu hapal sekali ya jadwalku tiap malam. Tiap jam segini telepon terus…”
Ade ketawa mendengarnya. “Salah ya? Kan yang penting nggak ganggu kegiatanmu. Ini kamu lagi nonton tv pasti…” tebaknya.
Aku tersenyum. “Kamu ini, kepo banget ya sama kegiatanku,” jawabku asal. Kami pun tertawa bersama. Detik demi detik pun tidak terasa karena serunya. Hingga aku tak menyadari bahwa aku telah menghabiskan persediaan ice cream Cornetto mini yang ada di kulkas.
Sudah jam 11 malam. Ade menyuruhku untuk segera tidur. Setelah pamit, aku segera mematikan telepon dan langsung memeluk boneka besar kesayanganku. Aku tak henti-hentinya tersenyum.

***

Hari ini Ade mengajakku jalan-jalan. Sejam yang lalu dia sms dan meminta alamat rumahku. Sesuai dengan janji yang dibilangnya, kini dia sudah ada di depan rumahku dengan sepeda ontelnya.
Jujur aku sedikit kaget dengan transportasi yang dibawanya, sepeda cowok yang tidak ada tempat boncengnya. Seperti tahu yang kupikirkan, dia menarik tanganku dan menyuruhku duduk depan. Ya, duduk miring di depan dengan alas keras tepatnya.
Aku sama sekali tak tahu akan dibawa kemana. Setelah mampir ke salah satu swalayan dan menemani Ade membeli 2 ice cream Cornetto, Ade kembali menggoncengku. Hingga akhirnya kami berhenti di pinggir jalan yang ramai. Dia mengajakku duduk di pinggiran warung makan yang telah tutup. Kemudian Ade memberiku ice cream yang ia beli.
Kuterima pemberian Ade dengan senyum lebar. “Langsung senyum-senyum begitu dikasih ice cream,” katanya menggoda.
“Biarin,” jawabku cuek.
“Kamu suka cokelat?” tanyanya. Aku mengangguk mantap. “Cokelat itu manis dan enak. Cukup pinter buat mood-ku baik,” ucapku sambil terus menikmatinya.
“Berarti kamu suka ice cream ini?” tanyanya lagi.
“Banget! Kamu gak salah pilihan deh!” jawabku asal.
“Berarti aku gak salah dong kalau pilih kamu?” tanya Ade. Ade memasang senyum semanis mungkin yang belum pernah aku lihat sebelumnya. Pandanganku kepadanya berubah. Dia ganteng juga sih kalau senyum kayak gini, batinku.
Entah ada setan apa waktu itu, aku menerimanya. Meskipun aku sering mengeluh kepadanya tentang caranya menembak yang tidak romantis sama sekali. Kami masih suka jajan ice cream Cornetto tiap kali jalan. Hingga tak terasa hubungan kami telah berjalan 26 bulan.

14 Desember 2012

Mohe

1 Comments



Perkenalkan, namanya Muhesa, anak dari Brownie-kucingku yang berwarna cokelat. Umurnya akan masuk sebulan pas tanggal 15 Desember nanti. Iya, Muhesa lahir tepat 1 Muharam. Karena lahir tanggal segitu, orang rumah memberinya nama Muhesa --Muharam Esa. Yang memberi nama bapakku hehe, katanya meskipun kucing juga wajib diberi nama yang memiliki arti bagus :)

Sebenarnya Muhesa enggak terlahir sendirian, dia lahir bersama dua saudaranya yang lain yang telah meninggal. Yang satu berwarna cokelat seperti Muhesa dan yang satunya lagi berwarna putih --seperti bapaknya. Namun kucing cokelat yang satunya lagi telah meninggal terlebih dahulu ketika baru saja lahir. Waktu itu orang rumah pada nggak tahu kalau si Brownie waktunya bersalin (kucing perlu bersalin juga ya?), dan tahu-tahu tepat jam 12 malam lewat, Brownie sudah melahirkan 3 anak kucing lucu. Orang rumah telat tahunya, dan belum sempat memberikan penyelamatan lanjutan untuk si anak kucing, kucing cokelat pertama meninggal. Keesokan harinya, aku dapat sms dari bapak dan adik kalau si putih juga menyusul si cokelat ke surga. Karena si Brownie ini sifatnya cuek dan kawin sebelum dewasa (belum genap 1 tahun), jadi Brownie belum tahu kapan waktunya menyusui dan menjaga anak-anaknya. Si putih meninggal karena kedinginan di lantai dan nggak diurus sama mboknya.

Tinggal lah Muhesa satu-satunya anak kucing anggora di rumah yang terselamatkan. Setelah ditinggal mati om-nya, Hendra, kucing kampungku yang mati mendadak dengan keadaan tragis (lebay), akhirnya ada penggantinya :D . Senang banget rasanya.. Muhesa jadi hiburan yang gak pernah bosen-bosennya. Aih~ Jadi ingin segera pulang dan menggendongmu, Mohe :)





*Mohe : Panggilan Muhesa

9 Desember 2012

Seribu

0 Comments

Lagi-lagi tanpa nama
Tanpa pula judul di pojok atas kertas
Cuma kumpulan kata yang menciptakan kisah,
Hanya potongan kalimat yang tertangkap dalam kalbu
Kamu menggeleng,
Entah tak setuju, heran, atau tak tahu
Aku tak peduli
Yang jelas,
Ketika surat kemarin malam ku buat,
Yang kini telah kau pegang,
Kau membacanya sambil menyipitkan mata dan tertawa guruh di depanku
Kemudian kau tersenyum di sandarku
Seperti sekarang…

Kamu berkata dengan manja,
“Tepat seribu, dan kau tak perlu meniti surat cinta ini…
Karena sejatinya aku telah mengetahui isinya…”
Kali ini aku peduli dan segera membalas
“Cintaku padamu tak cukup tertulis di perjalanan hidupku, istriku…
Aku ingin menjadikan hiasan terpatri dan terkenang…”
“Kamu terlalu berharga dibanding ribuan surat ini…”

17 Oktober 2012

Really miss you,

1 Comments

Semoga jarak ini bukan suatu pendakian yang harus di tahan...
Semoga ujungnya waktu masih memberikan kesempatan...
Semoga jalan tak semakin panjang menuju kota, terang...
Dan semoga lilin tetap berpendar dalam dinginmu...

Ayah, yang lebih sering menahan sakitku dalam lingkaran umurku,
Sehat selalu dalam hiruk pikuk hidupmu yaa.
Semoga malaikat pengantar doa tak pernah lupa mengirimkannya padamu tiap malam.
I miss you so much, muah.