Pages

31 Maret 2011

9 Poin Kebaikan di Twitter Dibandingkan Jejaring Sosial Lainnya

3 Comments

Hallo para readers! Kali ini saya akan memberikan info terbaru untuk kalian bagi kalian yang hobi menjelajah di dunia maya. Ini nih, ada sebuah info di Terselubung mengatakan, bahwa Twitter memiliki 9 kelebihan dibandingkan dengan situs jejaring sosial lainnya. Mau tahu? Mari kita simak sama-sama disini. Lets enjoy it guys..

1. Retweet (RT)
Salah satu ‘kebaikan’ di Twitter ialah Retweet (RT). Anda pasti akan senang saat mengetahui follower Anda me-Retweet status Anda dan meneruskannya ke follower mereka karena dinilai bermanfaat. Lebih dari itu, ada kemungkinan juga orang lain akan mem-follow Anda sebagai si sumber informasi.

2. FollowFriday
Merekomendasikan orang untuk di-follow dalam hastag FollowFriday (#FF) termasuk dalam kebaikan Twitter. Namun melakukan #FF tidak bisa asal-asalan. Alih-alih mencantumkan serentetan nama orang, akan lebih baik jika Anda merekomendasikan user dengan deskripsi yang spesifik.

3. Reply
Mengusahakan untuk selalu membalas tweet yang ditujukan pada Anda adalah langkah yang baik di dunia per-Twitteran. Menggunakan layanan DM dibanding dengan melakukan reply malah akan lebih baik lagi karena terasa lebih personal.

4. List
Layanan List bisa mengukur seberapa kuat personality Anda dan orang-orang yang telah Anda masukkan dalam daftar tersebut. Nah jika ada follower Anda yang memasukkan Anda dalam List mereka (tentu tergantung dari title dan tujuannya), tetaplah rendah hati.i-dus

5. Perkenalan
Tak ada salahnya Anda mengenalkan orang di Twitter asalkan tujuannya baik. Ini adalah salah satu hal baik di Twitter yang bisa Anda lakukan.i-dus

6. Menjawab pertanyaan
Membantu orang lain di Twitter yang menemui kesulitan juga bisa dilakukan. Tidak sulit kok. Misalnya jika ada yang bertanya pada Anda mengenai tutorial, artikel, atau mengenai hal-hal yang berkaitan dengan bidang yang Anda geluti, maka bantu mereka dengan menjawab pertanyaan mereka.

7. Follow back
Melakukan follow balik untuk setiap follower kita memang bukan hal yang bisa dilakukan oleh setiap orang terutama bagi public figure yang memiliki ribuan follower. Akan tetapi aksi ini termasuk dalam kebaikan Twitter dan sebagai bentuk penghargaan bagi orang lain. Namun perlu diingat, jika Anda mem-follow seseorang lalu yang bersangkutan tidak mem-follow balik Anda, maka bukan berarti dia tidak menghargai Anda. Setiap orang mempunyai hak untuk mem-follow seseorang sesuai keinginannya.

8. Keberlanjutan
Menjaga hubungan dengan follower serta memberi mereka perhatian juga masuk dalam daftar ‘kebaikan’ di dunia Twitter.


9. Tersenyum
Memberikan senyuman bisa pula dilakukan di ranah Twitter. Sebuah senyuman meski hanya dengan ikon, akan bisa membuat hari yang terlihat buruk menjadi lebih bersinar, apalagi jika senyuman tersebut datang dari orang yang tepat. Nah, makanya jangan ragu-ragu untuk melemparkan senyuman pada follower Anda.

Sudah pada tahu kan? Eits, jangan lupa, follow si penulis disini ---> @LarasPalupi =)

28 Maret 2011

Enam Anak Kucing

4 Comments

Sebuah kardus kecil berdiri sendiri di depan sebuah rumah kosong. Onggok dan kotor. Terbiarkan tanpa sebesit pun seseorang untuk menyentuhnya. Tak terurus, sendiri, dan kumal.
Entah mengapa aku sejak dua hari yang lalu tertarik dengan kardus sepi itu. Ingin sekali menjulurkan kepala dan menengok sesuatu didalamnya. Sudah beberapa kali rasa penasaranku ini enggak kesampaian. Seperti yang baru saja terjadi, ketika aku pulang sekolah dan turun dari angkotan umum yang biasanya aku tumpangi. Aku berjalan dengan lunglai menuju rumah. Langkahku tiba-tiba terhenti untuk kesekian kalinya ketika aku melihat kardus kecil itu sendirian di depan rumah kosong. Nanar aku memandangnya. Gang kecil yang membatasi antara rumah kosong itu dengan jalan dimana aku berdiri sekarang semakin membuatku kasihan terhadap kardus itu. Entah apa yang aku kasihani. Yang jelas perasaanku saat itu ingin sesegera mungkin mengambil kardus itu ke rumah. Masih belum tahu untuk dipakai apa. Yang jelas perasaanku mengatakan, aku harus segera menyelamatkan kardus itu.
Hatiku teriris kembali begitu sorenya aku kembali melewati jalan itu. Ada sesuatu yang menghentikanku dan menyuruhku untuk segera kesana. Setelah tengok kanan kiri, akhirnya aku menyeberang jalan dan memasuki gang, menuju rumah kosong dimana di depannya terdapat kardus kecil yang membuatku penasaran. Sekitar jarak dua puluh meter, aku terhenti, memperhatikan kardus itu secara seksama lagi. Ragu. Iya atau tidak untuk mengambilnya. Aku gelengkan kepala cepat-cepat dengan keraguanku. Aku harus mantap. Aku yakin ada sesuatu di dalamnya sehingga membuatku tergetak ingin menyelematkan kardus itu.
Baru tiga langkah ke depan, tiba-tiba terdengar suara nyaring. Aku pikir itu adalah suara setan atau apalah yang berada di dalam rumah yang tak berpenghuni di depanku sekarang. Aku hampir saja mundur dan meninggalkan kardus sepi itu jauh-jauh. Tapi kuurungkan niatku begitu aku menyadari suara itu berasal dari kardus tersebut.
Aku menjulurkan kepala panjang-panjang, berharap menemukan sesuatu di dalamnya tanpa perlu aku mendekatinya. Aku kaget hingga memundurkan salah satu kaki ke belakang. Seekor anak kucing keluar dari dalam kardus. Dia terjatuh dan mengesot-ngesot mendekatiku. Aku terperangah kaget. Ku pundukkan badan dan betapa kagetnya aku begitu mengetahui di dalam kardus kesepian itu terdapat enam anak kucing kurus-kurus! Astaga, jadi selama ini…
Aku mengambil anak kucing yang jatuh tadi dan mengembalikannya kedalam kardus bersama kelima saudaranya. Dengan rasa iba, aku menggendong kardus itu dan membawanya pulang. Tak peduli ayah nanti marah-marah padaku karena aku membawa anak-anak kucing kampung. Maklum, ayah benci pada kucing. Masih ingat beberapa waktu lalu ketika aku merengek meminta untuk dibelikan kucing anggora, ayah langsung membentakku, “Ngapain sih kamu ngerawat kucing? Kucing itu bikin kotor! Bulunya bisa buat sakit! Jangan minta yang aneh-aneh pada ayah!” Tetapi setelah melihat celah kecil dibalik mata berbinar keenam kucing ini, kesempatanku untuk merawat kucing hari ini dikabulkan oleh Tuhan. Aku tersenyum bahagia sepanjang perjalanan.
“Aku akan memberi nama keenam kucing ini.. Ula, Uli, Alu, Ila, Ulu, dan Ili. Hmm.. sepertinya aku harus sering-sering menyisahkan makananku untuk kuberi pada keenam kucing ini. Tapi tak apalah. Aku berjanji akan merawat mereka hingga mereka besar”, kataku seakan mengajak berbicara keenam kucing tersebut. Seperti mereka mengerti bahasaku, mereka mengangguk dan berhenti menangis meong-meong dan mengikuti kemanapun aku melangkah. Aku melihat keenam pasang mata sendu di dalam kardus, dan ada sesuatu yang seperti berbisik kepadaku..
“Terima kasih Nila, kamu telah menyelamatkan kami. Semoga Allah selalu melindungimu. Kami sayang kamu…”

picture by: google


Surat Kepada Awan Gelap

3 Comments

Tahukah kamu?
Ini kali ketiganya aku menulis indah dibalik hujan
dan disuatu waktu,
Aku melamunkan hari,
Dimana hujan datang tanpa gemuruh..
Dimana hujan bergandengan tangan bersama mentari..
Dimana hujan selalu mencintai pelangi..
Tiada berpaling,
dan selalu menciptakan kehangatan
Layaknya secangkir susu cinta yang baru aku lumar..
Musik melantun riang..
dan senyuman terlukis dibalik ketakutan

Andai lamunan itu tiba,
dan andai hujan mendengar nyanyianku kali ini saja.. 

 

26 Maret 2011

Berbagai Macam Teknik Fotografi

7 Comments

Nah! Para readers, disini saya mau berbagi tentang macam-macam teknik fotografi. Artikel ini saya dapatkan ketika ngubrek-ngubrek salah satu blog favorit saya Terselubung dan menemukan suatu postingan yang kebetulan saya juga lagi kepengen dan nguebet banget nget nget buat belajar itu hehe. Yups, fotografi. Sesuatu yang sudah menarik minat saya ketika saya di SMK dan melihat teman-teman jurusan Desain Grafis dan Multimedia memegang kamera SLR dengan canggihnya. Huah, ngiri bangeeeeett :((

Oke guys, mari kita simak sama-sama postingannya disini.. Semoga bermanfaat :)

1. Depth of field (ruang tajam)
Hal-hal yang mempengaruhi ruang tajam:
-Jarak pemotretan (jauh=luas, dekat=sempit)
-Bukaan diafragma (kecil=luas, besar=sempit)
-Jarak fokus lensa /focal length (tele=sempit, wide=luas, normal=bisa diatur)
contoh foto dengan teknik depth of field

2. Panning
-Panning adalah salah satu cara untuk memberikan kesan gerak pada foto.
-Ketika melakukan panning, anda harus mengikuti objek selama membidik.
-Hasil foto menjadikan objek menjadi relatif tajam dibandingkan dengan backgroundnya yang hampir sepenuhnya blur.
-Untuk mendapatkan foto panning secara maksimal; dengan speed rendah (8-60), dan pakailah tripod (kaki tiga).
contoh foto dengan teknik panning

3. Slow & stop action
-Slow action : salah satu teknik fotografi yang bertujuan memperlihatkan/menangkap gerakan objek. Biasanya digunakan kecepatan rendah, antara 1/30 sampai 1 detik
-Stop action : kebalikan dari slow, yaitu teknik fotografi untuk bertujuan membekukan gerak objek. Biasanya digunakan kecepatan tinggi, antara 1/125 sampai 1/4000 atau lebih.
contoh foto dengan teknik slow action

contoh foto dengan teknik stop action

4. Zooming
-Zooming adalah teknik foto untuk memberikan kesan gerak dengan mengubah panjang fokus lensa.
-Perubahan panjang fokus hanya dapat dilakukan dengan lensa zoom.
-Untuk mendapatkan kesan gerak, anda harus menggunakan kecepatan rana tidak lebih dari 1/30 detik.
-Untuk mendapatkan foto zooming secara maksimal, pakailah tripod (kaki tiga)
contoh foto dengan teknik zooming

5. Bulb
-Kecepatan rana dapat diatur sesuai dengan waktu yang kita inginkan.
-Teknik ini dilakukan dengan menahan tombol pelepas rana dengan lebih lama.
-Untuk mendapatkan hasil foto bulb secara maksimal, dapat digunakan kabel release dan tripod.
-Misal, kita mempergunakan kecepatan 30 detik sampai habis waktu perekaman cahaya.
contoh foto dengan teknik bulb

  
 

23 Maret 2011

My Rain

6 Comments

aku berkawan dengan hujan,
sejak aku lahir dan aku langsung mencintainya
dia seperti seonggok kerajaan bagiku,
bulir-bulir berliannya selalu bisa memelukku disaat ketakutan
tak usah kau pakai payung kuning kesayanganmu untuk melindungimu
percaya padaku, hujan pasti membawa keceriaan


hujan selalu ada disaat aku kalut
kami selalu membaur  bersama susu coklat hangat
kelam menjadi kemilau..
kalem seperti dewi
obrolan dengannya pun serasa menyeruput waktu
hangat dan tak tertahankan..

Hidup itu pilihan, dan inilah pilihan saya

3 Comments

Kalian pernah pacaran? Iyap, pacaran.. Hm sudah pasti bisa ditebaklah, hampir seperkian persen bakal mengatakan "sudah". Kalo dibuat perbandingan, bakal tertulis seperti ini: 4:5. Ya kan, ya kan? Hayo pada ngaku semua deeeeh..

Pacaran di jaman sekarang, seperti sudah menjadi kewajiban di kalangan anak muda. Seperti sudah menjadi trend yang berada di top trend paling atas sendiri. Kalau engga ikut-ikutan, bisa jadi bahan ejek-ejekan. Contohnya seperti saya dulu waktu SMP. Saya mendapat julukan “anak cupu” karena sama sekali nggak pernah kelihatan dekat dengan cowok.

Ya ya ya, mungkin kebanyakan orang pacaran itu wajib, kudu yang harus dilewati di waktu muda. Yang katanya sih, kalau enggak pernah pacaran waktu mudanya, biasa-bisa waktu tua bisa salah pilih pasangan. Bakalan kawin-cerai-kawin-cerai kayak musimnya artis-artis gitu deh.

Tetapi beda dengan saya, pacaran itu bukan merupakan hal wajib yang dilewati waktu muda. Kebanyakan teman-teman saya sudah memiliki mantan sampai sepuluh, bahkan mungkin ada yang lebih dari itu. Saya sendiri juga heran, kok bisa ya, habis putus langsung bisa nyari incaran lain? Apa enggak sakit itu hatinya? Kalau pertanyaan itu diajukan sama saya, saya pasti bakal mengatakan IYA, karena saya bukan tipe orang yang bisa gampang suka atau jatuh cinta. Jadi hehehe, saya gak bakalan meniru prinsip mereka yang kebanyakan lebih ‘suka’ mengoleksi mantan pacar. Ah.. bukan gue gicuuu.

Saya konsisten dengan omongan saya itu. Terbukti dengan saya yang baru pacaran tiga kali (dan yang sedang jalan sekarang yang ketiga. Semoga sampai yang terakhir. Amin). Oh iya, pada tanya ya, kenapa saya tidak meniru prinsip teman-teman saya? Begini, saya punya alasan tersendiri. Yang pertama, banyak mantan sama saja banyak musuh. Ini sudah terbukti sama teman saya sendiri sebagai korban (alhamdulillah mantan-mantan saya baik semua). Yap korban cinta haha. Terus yang kedua, saya tidak suka pacaran cuma dibuat main-main. Suka, kenalan, jadian, bosan, terus putus. Aduh.. please ya, perasaan kok dibuat main-main. Seperti bola bekel aja yang bisa dipantul-pantulin terus diorder ke pemain selanjutnya. Jadi, saya pacaran ya serius. Iya serius, sesuai hati dan sesuai norma-norma keundangan pacaran yang baik (hehehe emang ada ya?). Tapi yang namanya manusia, pastilah pernah khilaf. Ada pula kesalahan yang seriung terjadi diantara saya dan mantan-mantan saya dulu sehingga pada akhirnya putus. Namanya juga beda manusia dan beda konsep, semuanya gak ada yang sama. Dan pada akhirnya, kita tidak bisa meneruskan.. #tragis.

Cerita tentang pacaran saya yang sekarang.. (bijim, ketawa dulu boleh ya? Hahaha). Pacaran kita seperti bukan orang pacaran biasanya. Saya dengan pacar saya sekarang, namanya Chandra, boleh dibilang pacaran yang aneh. Mengapa dibilang seperti itu? Tiap kali ketemu di kampus, enggak pernah nyapa. Istilahnya seperti saling gak kenal. Kalau istilah anak muda, ‘Elo siapa?’. Aduh, padahal sudah jalan tiga bulan lebih. Yang lebih parah lagi, gedung kita bersebelahan. Tapi parahnya, kalau waktu istirahat enggak pernah ketemu. Jadi kita gak pernah itu istilahnya makan di kantin bareng. Sampai-sampai teman sekelasnya pada nggak tahu kalau dia punya pacar, yaitu saya. Parah kan??

Keluar malam minggu? Jarang banget! Kalau pun keluar, pasti karena kebetulan masing-masing nganggur. Seringnya juga main-main ke Matos, jalan-jalan, beli es krim. Oh ya, saya ceritakan juga cerita khas plus lucu kita kalau lagi keluar bareng. Biasanya kan kalau orang pacaran, si cowok pasti bawa sepeda motor buat jemput si ceweknya ya.. Ini beda nih, kalau boleh sombong, pacaran kita itu antik! Hahaha. Kemana-mana kalau kita keluar bareng, kendaraan yang menemani kita bukan motor atau mobil, tapi kaki dan angkot. Kalau lagi ada duit lebih, baru naik angkot. Tapi seringnya gak ada duit lebih, jadi deh kemana-mana naik kaki hehe. Seru lho, meskipun jaraknya berkilo-kilo, tapi kalau uda jalan bareng gitu, enggak kerasa. Tapi begitu sampai rumah, wah cenat-cenut kakiku -_______-

Pegangan tangan? Jarang, bisa dihitung pake jari mungkin. Beda lho ya, sama anak muda sekarang yang kalau pacaran, si cowok nggandeng tangan si cewek kemana-mana. Sampai-sampai ke kamar mandi iya digandeng hehe. Kiss atau cium pipi? Bukan dalam kamus kita! No no.. jangan sampai, bukan mukhrim :) . Panggilan sayang atau baby? Sudah basi menurut kita. Panggilan kita ‘adek dan mas’. Bagus kan? Hehe.

Jadi, pacaran kita aman sejahtera. Enggak perlu dikawal polisi atau pak RT buat enggak terjadi kecelakaan yang parah. Para readers pengen tahu, kenapa kita bisa menjalankan ini semua? Kuncinya cuma satu, komitmen. Sebelum saya mengiyakan dia jadi pacar saya, saya beritahu dia pacaran seperti apa yang saya mau. Saya juga tantang dia untuk bisa benar-benar menjaga saya jika jadi pacar saya. Maksud ‘menjaga’ saya disini adalah benar-benar menjaga. Tidak boleh ‘mengambil’ atau ‘melakukan’ sesuatu yang belum haknya dia. Itu tantangan yang susah lho buat cowok. Pasti para girl sudah tahu kan kenapa :)

Susah untuk menjalin perasaan itu. Susah juga untuk menyamakan komitmen itu. Susah untuk menerima kelebihan dan kekurangan orang lain itu. Susah! Jadi menurut saya, susah untuk berganti-ganti pasangan dalam beberapa bulan. Karena prinsip saya, pacar saya sekarang adalah (kemungkinan) calon imam dan suami bagi saya..

19 Maret 2011

Bunga Rumput

3 Comments

Bunga rumput,
Putih bersih merona
Berkerumun menyeru indah
Cantik berseri
Tetapi jarang ditengok

Bunga rumput,
Adalah doa dan harapan yang merekah
Senyumku mengembang
dan sajak terukir
Tatkala aku meniupnya..
Mereka terbang ke ufuk senja
Kemudian tumbang dan tumbuh lagi
Sebagai bidadari salju yang baru
Memberikan kedamaian di tiap ilalang liar
Termasuk seorang mata sayu yang menjahit kata dibalik layar ini...


16 Maret 2011

Ruang Rindu

6 Comments

suatu hari,
di suatu mega nila terang
aku ingin teriak dalam rajutan ilusiku
layar benderang di depanku kuacuhkan
sang master ilmu penguasa ruangan ini aku lalui
ilmu terbuang,
waktu sia-sia
dan aku tetap menulis
menulis kata demi kata
berusaha memasukkan hati di dalamnya
dengan sebongkah cinta dan sebutir rindu...

kembali ku menulis,
tapi tak bisa ku teruskan kalimat nafasku
ku tengok gedung seberang ilmuwanku
dan berharap sepasang mata memperhatikanku
di waktu kosong ini...
di ruang rindu ini...

14 Maret 2011

Puisi Kasmaran

4 Comments

masih teringat jam lalu
kita menyeberang waktu yang hening
aku terpaku di dalam kesepian
bertelanjang hati melihatmu tersenyum
ada yang berbeda,
dan pandanganmu
membuatku bersemu merah jambu


aku tertegun lagi
mematung dan tersenyum malu
kau menggenggam jemari kecilku
menarikku dengan hati mencapai tempat itu
tempat kerinduan
dan ingin aku mengulanginya lagi


ilalang dan dentuman jam jadi saksi
dan aku yakin
aku jatuh cinta lagi waktu itu..

13 Maret 2011

i'm called it: LOVE

0 Comments

sengatan listrik itu datang lagi
memang bukan untuk yang pertama, melainkan yang ketiga
menyengatku hingga aku kadang suka lupa waktu
waktu terasa sangat lama, walau kau hanya menyentuhku sebentar
menyengatku hingga keujung kepala,
sampai akhirnya aku tertawa sendiri di dalam imajinasiku
aku rindu dan cinta pada sengatan itu
apalagi ketika kau menggenggam tanganku malu-malu

Rindu

0 Comments

Rindu..
Sebuah perasaan yang memekik
Dalam kalbu aku selalu mengingatmu,
Mengingatmu tentang segala hal tentang cinta
Dalam senja aku selalu melamunkanmu,
Melamunkanmu tentang sebuah asa indah dibalik hujan
Dalam lagu aku selalu menyanyi untukmu,
Menyanyi rindu untuk rindu yang berpeluh
Ah, iya benar, aku rindu
Ingin sekali mendekap hangat teduh mayamu
Erat-erat hingga kau tetap bersamaku dan hujan
Bukan kini jas kebanggaanmu yang melindungi kita,
Tetapi payung cinta kita yang akan melindunginya

10 Maret 2011

Cita-cita seorang anak kelas 3 SD

0 Comments

Suatu obrolan seru di suatu malam yang dingin di sebuah gubuk bobrok yang kecil antara si mbak Uul dan adik ponakan berusia 8 tahun yang telah lama tinggal rumah..

mbak uul : "Dek, uda bisa perkaliannya?"
Dek Fikar : "Belum hapal-hapal mbak!", ucapnya sambil berusaha ingin kabur dari serbuan pertanyaan tebakan.
mbak uul : "Loh mau kemana? Sini biar mbak ul tebakin dulu.."
Dek Fikar : "Enggak mau, aku mau tidur. Ngantuk!", katanya sambil nguap-nguap.
mbak uul : "Lho, kalau kayak gitu gimana mau pintar, gimana mau dapet uang banyak hayo.. " rayu mbakku mengingat si dek Fikar hobi dan cinta sekali terhadap uang.
dek Fikar : "Kalau mau jadi kaya loh enggak harus jadi pinter.." , jawabnya enteng.
mbak uul : "Lah terus gimana? Emang cita-citanya Fikar apa?"
dek Fikar : "Jadi tukang becak! Kan enak dapet uang banyak, enggak usah susah-susah belajar. Cuma ngayuh sebentar uda dapet banyak uang!"
mbak uul : "?!?!?!"

Jangan Pernah Salah Masuk Lubang

0 Comments

Peringatan itu emang kudu seharusnya ditepati. Kalau kata orang tua, peringatan itu adalah suatu warning yang dikasih Tuhan untuk kita agar nggak melanggar. Kalau semisal peringatan itu dilawan, ya lihat saja, selalu aja dapet sial yang bertubi-tubi. Nah, tapi masalahnya, yang percaya soal begituan cuma orang tua atau orang jaman dulu. Bagaimana dengan anak jaman sekarang? Nah ini ada cerita tentang anak muda yang ketimpa sial begitu enggak menuruti kata hati atau peringatan yang diberi Tuhan. Dan lebih complex-nya, anak ini memasuki daerah yang seharusnya enggak dia masukin. Pada bignung kan? Here goes, mari kita baca bareng-bareng disini.
Suatu hari di kampus yang cerah, sebut saja anak ini namanya Chaca, berlari terbirit-birit begitu melihat jam pink di tangannya sudah menunjukkan pukul 08.36. Iya, mata kuliah Chaca hari ini dimulai pukul 08.30. Meskipun ada sms dari temannya yang mengatakan bahwa dosennya belum datang, tetapi hati Chaca sama sekali enggak tenang kalau belum lihat dengan mata kepalanya sendiri.
Begitu sampai di kelas, dia baru bisa tenang begitu melihat apa yang dikatakan temannya itu benar. Dia berjalan dengan loyo plus lunglai ke salah satu meja komputer. Duduk, ambil nafas, buang nafas, ambil nafas, buang nafas lagi. Begitu seterusnya hingga ia merasa sangat lega. Kakinya dipukul-pukul bagian pahanya karena Chaca hari itu benar-benar merasa sangat capek sekali. Begitu sudah agak tenangan, dia mulai mengajak ngobrol teman disebelahnya. Ngobrol ngalur ngidul.
Satu jam, dua jam berlalu dan ternyata eh ternyata, seorang dosen yang diharap Chaca mengajar hari itu tidak datang. Dongkol langsung menyeruak dalam benaknya. Padahal sudah dibela-belain lari dari angkot, enggak menghabiskan nasi goreng buatan sendiri (suwer rek, masak dewe haha), dibelain apa sajalah, ternyata dosennya gak datang, batinnya marah membabi buta. Ah untungnya marahnya waktu itu segera reda begitu diajak temannya ngobrol dan cari tanda tangan buat persyaratan beasiswa.
Setelah selesai urusan dengan beasiswa, Chaca dan ketiga temannya kembali ke gedung kampusnya, mencari dosen mata kuliah terakhir. Dan ternyata eh ternyata, begitu akan memasuki lab komputer untuk mata kuliah selanjutnya, si dosen datang dan bilang tidak bisa mengajar hari itu. sontok semua teman Chaca langsung senang, ber-hip hip hura. Tetapi hal itu malah membuat Chaca bingung. Pikirannya ruwet seketika. “ Aku kemana ini.. Masa langsung pulang? Males banget..” Bibir monyong lima senti langsung terbentuk.
Chaca punya ide cemerlang. Dia sms temannya yang kebetulan nge-kost dibelakang kampus buat bilang mau ndekem disana sampai jam lima sore, sekalian menunggu seseorang pulang. Tentu si temannya yang berbaik hati itu mengijinkan, kebetulan emang sudah sering Chaca dolan dan menjadikan tempat itu sebagai basecamp kalau kuliah pulang cepat dan malas untuk pulang. Dan ternyata, si temannya itu lagi berada di kost temannya juga yang enggak jauh jaraknya dari kampus. Bergegas, Chaca menghampiri mereka. Nunut tidur setengah jam, cerita ini-itu.
“Cha, kita nanti ada kuliah lagi jam satu.. Kamu gimana?” tanya temannya.
“Wah iya tah? Duh gimana dong..” Ekspreksi muka langsung sedih lagi.
“Kamu sms aja teman sekamar kostku. Mungkin dia uda pulang!” usul temannya. Chaca semangat lagi dan secepat kilat sms teman sekamarnya temannya itu. Dia langsung berlonjak senang setelah mendapat balasan bahwa yang di sms pulang jam 1.
Jam 1 datang, teman-temannya meninggalkan Chaca sendirian menuju ke kost tujuan semula. Untung Chaca sudah akrab dengan teman sekamar temannya itu, kalau enggak, mungkin dia bingung bakal kemana lagi. Sepertinya dia benar-benar serius ingin menunggu jam 5 selesai. Entah apa yang ia tunggu, tapi yang dipikirannya saat itu dia harus menunggu sampai jam 5 selesai, apapun caranya.
Di dalam kost, Chaca mulai asyik sendiri. Memakai headset dengerin radio, tidur-tiduran, bolak-balik posisi tidur, kemudian bangun lagi. Ternyata Chaca enggak bisa tidur. Gimana bisa tidur, satu ranjang dipake orang tiga sekaligus. Mana komposisinya gak rata gitu, jadi Chaca dapet posisi mojok. Ya, sabar ajalah, demi jam lima, batin Chaca. Emang nasib sebagai perkelana, harus nrimo apa yang sudah dikasih sama yang Diatas. Emang nasib jeleknya Chaca sih, ternyata di dalam sudah ada temannya si teman sekamarnya temannya Chaca (walah ruwet). Jadinya ya.. cuma.. pasrah!
Detik demi detik dilewati Chaca dengan sabar. Hingga pada akhirnya jam tiga sore datang. Bebarengan dengan doanya agar waktu berjalan cepat, sosok kedua sahabat Chaca tiba-tiba muncul dibalik pintu kost-kostan. Chaca langsung senang bukan main.
“Aku habis gini mau ada rapat UKM USMA. Ikut tah, Cha?” tanya salah satu temannya.
“He gak apa-apa tah aku ikut? Ngawur ae..” solot Chaca.
“Enggak apa-apa neng. Wong yang ikut loh banyak. Enggak mungkin-lah ada yang kenal kamu..” jawab temannya satunya lagi. Chaca bimbang. Tetapi setelah diombang-ambing kebingungan diantara kedua temannya yang terus setengah memaksa, akhirnya Chaca ikut mereka, meskipun Chaca bukan salah satu anggota dari UKM USMA tersebut.
Ketika akan sampai di tempat rapat, Chaca langsung gugup lagi begitu dia melihat banyak orang disana. “Aku bener enggak apa-apa ikut tah rek? Kalau ada yang kenal aku gimana? Dikira penyelusup terus aku dihajar masa orang sebanyak itu bisa mampus aku..” kataku ditengah keheningan.
Temannya tertawa ngakak, “ Yo enggak mungkinlah, Cha. Wes talah nyantai ae. Gak perlu salting gitu talah. Ikut duduk dibelakang sama aku, gak perlu ngapa-ngapain kok.” Jawab salah satu temannya.
“Enggak wes, aku nunggu kalian disini saja ya?” pinta Chaca sambil menunjuk kursi taman yang letaknya tidak jauh dari tempat rapat.
“Kamu mau tah duduk sendirian disini?” tanya temannya kompak. Chaca diam sambil memandang sekitar. Dia merasakan detak jantungnya berdetak luar biasa. Ini bukan hal seperti biasanya yang dia lakukan, ikut rapat diluar UKM yang dia ikutin seperti penyelusup yang masuk yang ingin tahu rahasia sesuatu dari UKM tersebut. Tetapi hatinya bimbang, mengingat dia tidak bisa diam begitu saja menunggu hingga jam lima lewat, sedangkan jam masih jam empat. Akhirnya dengan ragu-ragu, Chaca mengangguk dan mengikuti kedua temannya dari belakang. Setetes demi tetes keringat keluar dari badannya karena saking saltingnya.
Menit pertama aman terkendali karena tiada seorang pun yang mengenali dirinya di dalam forum rapat tersebut. Tapi yang namanya Chaca, jika hal itu bukan haknya dan bukan menjadi kebiasaannya, dia selalu merasa canggung. Apalagi ini seperti penyelusup yang… sama sekali enggak canggih. Jantungnya terus berdegup kencang, keringatnya terus bercucuran, tingkahnya banyak, dan sama sekali enggak mau memperhatikan kearah siapa yang berbicara karena ia takut ada seseorang yang mengenali dirinya. Dia terus menundukkan kepala sambil memegang tangan temannya. Pintanya cuman satu, semoga waktu berjalan cepat.
Sampai pada akhrinya, salting Chaca terhenti begitu seseorang yang arahnya dari depan, menyebutkan ciri-cirinya. “Coba kamu, yang pakai kacamata merah pakai baju batik.” Deg. Jantungnya mendadak langsung terhenti. Dia mencoba menoleh kebelakang, berharap orang yang disebutkan ciri-cirinya oleh suara yang di depan ada disana. Tetapi salah perkiraannya, orang di depan itu yang tak lain adalah senior dari UKM USMA, memanggil dirinya. Chaca semakin erat memegang tangan temannya.
“Apa kamu sudah paham sama yang dijelaskan tadi?” tanya orang itu. Karena Chaca bingung, akhirnya Chaca menjawab, “Iya paham”. Tetapi itu tidak sampai disitu saja. Si pembicara membuka mulutnya lagi, meneruskan pembicaraan.
“Coba kalau kamu paham, jelaskan apa tadi yang diomongkan.” Katanya kemudian.
Deg. Deg. Deg. Jantung Chaca seakan berjalan lamban. Dia berusaha menenangkan dirinya, tetapi tetap saja tidak bisa. Dia bingung mau jawab apa karena dari tadi dia sama sekali tidak mendengarkan orang yang di depan ngomong. Mau mengakui kalau dia bukan anggota UKM USMA? Wah minta dihajar masa kalau mau jadi pahlawan di siang bolong gini. Mau kabur juga enggak mungkin, karena semua mata telah menatapnya. Ampun.. Chaca tidak bisa berbuat apa-apa.  Skak match!
“Enggak bisa menjelaskan kan kamu? Makanya perhatikan dan serius kalau rapat. Dari tadi saya lihat kamu menunduk saja, enggak lihat orang di depan ngomong…”
“Sudah, untuk sekarang enggak apa-apa. Tapi untuk lain kali, jangan seperti ini lagi. Kalian semua setuju??” kata mas di depan. Sontak semua orang di dalam forum itu berteriak SETUJUUU dengan nyaring. Dan bagaimana dengan Chaca? Yang dilakukannya adalah cuman diam memandangi nasib yang benar-benar sial hari itu dengan nestapa.
Kedua temannya hanya bisa memandangi Chaca dengan prihatin. Mungkin ingin menolong, tetapi apa daya tak ada kekuatan untuk menolongnya.
Hingga pada akhirnya, disuatu waktu yang agak mulai longgar, disaat pembagian sie dan koordinator, temannya memberi usul untuk keluar sekarang. Chaca setuju. Dan setelah si teman ijin untuk keluar, dua ratus meter dari jarak tempat rapat itu, mereka berdua tertawa terbahak. Khususnya si Chaca, menertawakan diri sendirinya yang SANGAT AMAT TOLOL.
Wes gak maneh nduk, nggak maneh! Enggak maneh masuk lubang yang salah! Enggak maneh jadi teroris dadakan! Kapok! Gak maneh! Wukakakakakak!!” kata Chaca kepada sahabatnya sambil berjalan menuju halte depan kampusnya untuk menemui seseorang.

* * *

Jangan pikir ini adalah sebuah cerita lesan biasa yang saya dapat idenya dari hasil ngelamun di siang bolong. Bukan, jangan salah! Ini adalah cerita fakta yang dialami saya sebagai penulis disini.
Ya ya ya, demi untuk bertemu seseorang yang sebulan enggak lama ketemu akibat liburan semester, semua cerita ini bermula. Akhir doa untuk penutup tulisan ini adalah: Semoga orang-orang UKM USMA sama sekali tidak hafal dengan wajah si pemakai kacamata merah berbaju batik tadi. AMIN YA ROBB..

3 Maret 2011

Kekoplakan saya jaman baheula dulu

0 Comments

Tiap orang pasti memiliki masa suram. Entah itu masa suram yang patut dikenang atau tidak sama sekali untuk dikenang. Masa suram jaman masih bayi yang sering diceritain orang tua kita sampai sekarang, masa suram jaman TK, masa suram jaman SD, jaman SMP, SMA, hingga mungkin sampai kuliah.
Eh tunggu dulu, kehidupan orang engga berhenti sampai kuliah aja. Oke, edit! Masa suram jaman masih bayi yang sering diceritain orang tua kita sampai sekarang, masa suram jaman TK, masa suram jaman SD, jaman SMP, SMA, jaman kuliah, jaman menikah, punya anak, jadi nenek-kakek, kemudian jadi buyut, terus jadi tan… Eh ya, sepertinya saya enggak baik meneruskan kalimatnya. Bisa-bisa saya dipidana gara-gara tidak mensensor kalimat di blog untuk anak usia bayi.
Enggak hanya orang bodoh yang memiliki masa suram, orang pintar atau sukses pun pasti pernah mencicipi masa suram. Ya, karena saya merupakan satu diantara sekian tipe orang diatas (sudahlah, ikuti saja kata saya hari ini), saya akan menceritakan masa-masa suram saya, dan tepatnya saya dengan kesadaran tinggi membuat ini, tidak disertai kekoplakan saya yang (mungkin) sengaja diharap untuk menarik simpatik anda (halaaaah). Jadi ini semua adalah realita! Mari kita ungkap satu-satu kekoplakan saya di masa suram. Here goes..

1.    Sakit Perut yang Tiada Tertahan
Kekoplakan pertama terjadi di saat saya masih kelas dua SD. Yap, kelas dua SD, dimana saya di waktu itu tidak tahu apa-apa soal rencana kedepan bila ada kejadian atau kecelakaan terjadi secara mendadak.
Waktu itu ulangan sedang berlangsung di kelas. Saya yang waktu itu tercatat sebagai murid terpandai dan ter-rajin (silahkan kalau ingin muntah..) berusaha mengerjakan ulangan tersebut dengan sungguh-sungguh. Baru setengah jam berjalan, tiba-tiba saya merasakan ada sesuatu yang tidak beres dengan perut saya. Dan dalam hitungan detik, breeeeeet.. akhirnya keluarlah sesuatu dari arah belakang. Tentu, bau tersebut sangat mengundang sekali saking ‘sedapnya’, sampai-sampai teman dibelakang saya nyeletuk, “Siapa sih ini yang kentut!?”. Dan sangat tidak mungkin saat itu juga saya mengakui perbuatan saya, bisa-bisa ditimpuk pakai kotak pensil.
Lama sekali saya menunggu jam pulang itu tiba, dan yang lebih genting lagi adalah kondisi rok pramukaku yang bagian belakangnya uda basah! Oh no.. Sambil nahan perut sakit yang enggak ketulungan dan nahan keringat dingin, saya berusaha fokus pada ulangan.
Puji syukur banget rasanya doaku dikabulin Allah begitu enggak lama saya menyelesaikan ulangan dengan ‘gerakan super kilat’. Yuhuuuuu, bel berbunyi!! Buru-buru aku keluar dan menghampiri bapak yang uda menunggu di halaman sekolah. Yes, selanjutnya berlanjut pada kamar mandi sekolah yang tak perlu saya jelasin disini, anda pun sudah pasti tahu.

2.    Kado Spesial Buat Teman yang Spesial
Waktu itu saya masih kelas empat SD. Saya punya teman deket yang punya nama Tika. Layaknya orang pacaran, kami selalu kemana-mana bersama. Duduk sebangku, makan di kantin berdua, beli mainan berdua, beli pentol berdua, mainan berdua, ke kamar mandi berdua, masuk ke kamar mandi.. eh enggak yang ini kalau berdua.
Suatu saat saya melihat kalender dan terlonjaknya saya begitu mengetahui besok tanggal 31 Oktober, ulang tahunnya Tika. Bingung mau ngado apa. Mau yang bagus, tapi enggak ada uang. Dan pada akhirnya ada ide melintas begitu saya melihat mesin jahit di rumah. Mau bikinin Tika baju? Aduh please deh, saya masih kelas 4 SD. Yang bisa malah saya ngerusakin itu mesin jahit! Mau ngasih mesin jahit ke Tika? Huahahah kenapa enggak sekalian aja ngasih Tika mobil aja :p
Cukup simpel pikiran saya waktu kelas 4 SD itu. Saya ambil kancing-kancing lucu dibalik laci, kemudian mengambil kertas kado, memasukkan kancing-kancing itu dan… membungkusnya. Esoknya saya langsung memberikan kado spesial saya itu kepada Tika. Kau tahu bagaimana ekspresinya? Tentulah, ‘sangat’ bahagia.

3.    Cinta Monyet
Jatuh cinta itu emang wajar. Siapapun boleh jatuh cinta. Tidak ada UU yang melarang siapapun untuk jatuh cinta. Bahkan jamannya sekarang, anak SD dan TK uda pacar-pacaran. Ya, tetapi untungnya saya belum pernah merasakan pacaran di waktu SD. Tetapi kalau untuk urusan jatuh cinta di waktu SD.. jangan salah. Saya dulu adalah jagonya (lho??).
Saya pertama kali punya feeling sama cowok sejak kelas 6 SD. Waktu itu saya sering merasakan dag dig dug ketika teman lelaki saya, yang disini saya menyebutnya Ahmad, sering nyeliwer di depan saya. Itu baru nyeliwer alias cuman jalan di depan. Nah, bagaimana kalau bertatapan langsung atau bicara empat mata? Jangan ditanya.. bisa-bisa saya lari-lari pecahin piring buat menutupi rasa malu saya yang berlebihan. Seperti yang terjadi ketika saya kelas 1 SMP. Ya memang sih uda lama sekali tidak bertemu dengan si Ahmad ini. Saya sekolah di SMPN dekat rumah kawasan Baratajaya, sedangkan si Ahmad masuk SMPN favorit yang berada di Surabaya pusat. Tapi, parahnya rumah kita sama-sama di kawasan Semolowaru!! Ya, seperti yang saya ceritakan dibawah ini.
Waktu itu saya lagi berbelanja di Indomart di daerah Semolowaru. Tentunya ditemani dengan mbak tersayang, mbak Uul. Kita berangkat kesana naik sepeda ontel karena kebetulan sepeda motor di rumah lagi kosong semua dan Alhamdulillah wasyukurillah jarak rumah ke indomart enggak jauh. Nah, ketika akan memarkir sepeda di pelataran indomart, tiba-tiba saya melihat sekilas sosok Ahmad di depan. Seliwer.. sontak jantung langsung berdegup dengan kencang. Dan bodohnya, mbak Uul waktu itu memanggilnya dengan sangat keras, “Ahmaaaaadd!!” Reflek si Ahmad noleh dan melihat kami. Rasanya aliran darahku langsung naik keatas kepala, memadamkan kepala hingga seperti kepiting rebus. Dan kalian mengerti apa yang saya lakukan? Saya langsung lari kedalam indomart, lonjak-lonjak sambil teriak di dalam indomart sambil nutupin muka yang malu. Oh God, betapa malunya saya waktu itu ketika si mbak karsir dan pengunjung indomart memandangiku dengan mulut yang menganga. Shit.

4.    Minggiiiiiiiirrrrr!!
Tunggu, ini bukan teriakan satpol PP yang lagi ngusir para bencong-bencong di pinggir jalan. Bukan juga teriakan seorang adik yang gak pingin mainannya diambil secara paksa oleh kakaknya. Tapi itu adalah teriakan perut saya. Eh wait wait, pada bingung kan ya, perut bisa bunyi dan teriak “Minggiiiiiiirr!!”. Baiklah, begini ceritanya.
Saya yang sebagai seorang murid di salah satu SMP negeri di Surabaya, sangat senang begitu mendengar bel istirahat berbunyi, sama halnya dengan murid-murid lainnya. Yeah, begitu bel berbunyi, rombongan singa-singa yang kelaparan langsung menyerbu kantin yang letaknya di halaman sekolah. Saya, salah satu diantara singa-singa kelaparan itu, langsung memenuhi kantin yang berjualan bakso. Sesak banget deh rasanya sampai gak bisa bernafas. Aku tahan emosi dan berusaha bersabar demi enam pentol nyaman masuk ke perut. Senyum mengembang begitu menyadari saya telah berada di barisan depan antrian. Yeah, buruan saya bilang sama ibu kantinnya, “Bu, pentol bundernya tiga, pentol kotaknya tiga!” Dengan cekatan, ibu kantin membungkus pesanan yang saya inginkan. Ibu kantin menerima uang dari saya dan saya menerima sebungkus pentol hangat yang siap di makan. Tidak sabar rasanya langsung memakan pentol itu mentah-mentah, hahaha.
Tapi, begitu membalikkan badan dan bersiap meluncur ke tempat saos dan kecap, saya langsung sock melihat deretan antrian yang ramai memanggil-manggil ibu kantin. Ah, daripada repot, langsung deh saya teriak, “Minggiiiiiirrr!!” Reflek, orang-orang yang tadi rame enggak karuan langsung diam dan mempersilahkan aku keluar dari kerumunan.
Yeah, begitulah akibat jika orang kelaparan. Kamu semua pasti tahu, jika lapar dan ada orang yang membuat kamu emosi, harap hati-hati. Beruntung jika dia tidak bawa senjata tajam, kalo iya.. wah wah.

* * *
Ya begitulah kejadian-kejadian koplak yang sering terjadi. Benar-benar suram dan saya (sungguh) tidak mau sama sekali untuk mengulanginya. TERIMA KASIH SEKALI. Sudah cukup membuat saya malu menahan malu. THANKS! Enggak usah kembalian.